Cara Main (Pemula)

Review Persona 5 Royal: JRPG Terbaik yang Wajib Dimainkan

Oleh ••7 menit baca

ngabquest — Oke, gue mau jujur dari kalimat pertama: gue down bad sama game ini. Bukan down bad yang “ah, lumayan lah”. Down bad yang bikin gue buka save file jam dua pagi cuma buat ngecek apakah hari ini hujan, karena kalau hujan, stat Knowledge gue dapat bonus. Itu bukan perilaku orang sehat, dan gue sepenuhnya sadar.

Persona 5 Royal adalah salah satu JRPG paling stylish yang pernah dibuat manusia, no cap. Di review Persona 5 Royal kali ini, NgabQuest bakal bedah semuanya: apa yang baru, kenapa gameplay-nya bikin nagih, siapa aja anggota Phantom Thieves yang bakal nyolong hati lo, sampai tips biar lo nggak nangis di tengah jalan. Grab your mask, kita berangkat.

ngabquest ~ Persona 5 Royal Gameplay

Apa yang Bikin Persona 5 Royal Beda dari Versi Original?

Pertama-tama, mari luruskan satu hal. Royal itu bukan sekadar remaster dengan tekstur lebih kinclong. Game ini adalah versi “definitive” dari Persona 5, mirip seperti yang dulu dilakukan Atlus lewat Persona 4 Golden.

Royal pertama kali rilis di Jepang pada 31 Oktober 2019, kemudian menyusul secara global untuk PS4 pada 31 Maret 2020. Selanjutnya, pada Oktober 2022, game ini akhirnya lepas dari status eksklusif dan mendarat di PS5, Xbox, Nintendo Switch, dan PC. Versi PS4-nya sendiri sempat mengantongi skor 95 di Metacritic, which is literally absurd untuk game yang bisa makan lebih dari 100 jam.

Terus, apa aja tambahannya? Banyak banget. Ada karakter baru Kasumi Yoshizawa, gadis pesenam yang misterius. Ada juga Takuto Maruki, konselor sekolah yang kelihatannya terlalu baik untuk jadi manusia normal. Selain itu, ada Jose, bocah imut yang nongkrong di Mementos sambil ngumpulin bunga, area baru Kichijoji, grappling hook di dalam Palace, dan yang paling penting: semester ketiga yang berisi arc cerita baru sepenuhnya.

Dengan kata lain, kalau lo pernah main versi original, Royal tetap terasa segar. Kalau belum pernah, selamat, lo dapat versi terbaiknya.

Cerita: Remaja Kriminal Paling Stylish Se-Tokyo

Premisnya sederhana, tapi eksekusinya gila. Lo berperan sebagai siswa SMA yang kena masalah hukum gara-gara menolong seorang wanita dari pria mabuk yang ternyata punya kuasa. Akibatnya, lo dikirim ke Tokyo dalam masa percobaan, numpang tinggal di loteng kafe Leblanc milik Sojiro, dan masuk ke Shujin Academy dengan reputasi “anak kriminal”.

Namun, hidup lo berubah ketika sebuah aplikasi misterius muncul di HP. Aplikasi itu membuka jalan ke Metaverse, dunia yang terbentuk dari pikiran manusia. Orang dewasa yang korup punya “Palace”, yaitu kastil distorsi hasil keserakahan mereka sendiri. Jika lo berhasil mencuri Treasure di dalamnya, orang itu bakal mengalami change of heart dan mengakui kejahatannya.

Karena itu, lo dan teman-teman membentuk Phantom Thieves of Hearts. Tema besarnya adalah pemberontakan melawan sistem yang busuk, dan jujur, game ini nggak malu-malu soal itu. Guru cabul, seniman plagiat, bos mafia, sampai politisi, semuanya jadi target.

Sementara itu, semester ketiga di Royal membawa konflik yang jauh lebih personal dan filosofis. Tanpa spoiler, arc ini mempertanyakan apakah kebahagiaan palsu lebih baik daripada kenyataan yang menyakitkan. Gue literally shaking waktu sampai di bagian ini, karena ceritanya berani banget.

Gameplay Dua Dunia: Siang Anak Sekolah, Malam Maling

Nah, di sinilah Persona 5 Royal jadi candu. Setiap hari di kalender adalah sumber daya berharga. Lo harus memilih: belajar di perpustakaan, kerja paruh waktu, nongkrong sama teman, atau menyusup ke Palace.

Ada lima Social Stats yang perlu lo naikkan, yaitu Knowledge, Guts, Proficiency, Kindness, dan Charm. Stat ini membuka dialog dan aktivitas tertentu. Di samping itu, ada sistem Confidant, yakni hubungan dengan karakter lain yang memberi bonus nyata di pertempuran. Misalnya, naik rank dengan dokter Takemi bikin lo bisa beli item penyembuh murah.

Pertarungannya sendiri turn-based, tapi jauh dari membosankan. Kalau lo menyerang kelemahan musuh, lo dapat “1 More” alias giliran tambahan. Setelah itu, lo bisa Baton Pass ke teman, atau langsung melancarkan All-Out Attack yang animasinya super flashy. Lo juga bisa ngobrol dengan musuh untuk merekrut mereka sebagai Persona baru, lalu memfusikannya di Velvet Room.

Royal juga menambah banyak peningkatan kualitas. Grappling hook membuat eksplorasi Palace terasa lebih dinamis. Will Seeds tersembunyi di setiap Palace memulihkan SP. Lalu ada Showtime, serangan kombo dua karakter dengan cutscene over-the-top yang bikin gue teriak sendiri di kamar. Mementos juga jauh lebih enak berkat stamp dan bunga dari Jose.

Phantom Thieves: Squad yang Bikin Gue Bucin Berat

Jujur aja, alasan utama orang main Persona itu karakternya. Dan tim Phantom Thieves ini adalah squad terbaik di seri, fight me.

Ryuji adalah sahabat pertama lo, berisik, impulsif, tapi punya hati emas. Morgana adalah kucing (dia bakal protes disebut kucing) yang jadi mentor, sekaligus pencipta meme legendaris soal nyuruh lo tidur. Kabar baiknya, di Royal frekuensi omelan itu berkurang, jadi we are so back.

Kemudian ada Ann, model yang tegas dan setia kawan. Yusuke adalah seniman eksentrik yang bisa kelaparan demi “estetika”. Makoto, ketua OSIS yang awalnya kaku, ternyata jadi salah satu karakter dengan perkembangan paling memuaskan. Futaba, hacker jenius yang tertutup, punya arc yang bikin gue mewek. Sementara itu, Haru kelihatannya lembut, padahal senjatanya kapak raksasa.

Lalu, ada Goro Akechi. My beloved. My problematic beloved. Royal memberi Akechi porsi cerita jauh lebih banyak, dan hasilnya adalah salah satu karakter paling kompleks di seluruh franchise. Terakhir, Kasumi hadir sebagai anggota baru yang awalnya terasa ditempel, tapi perlahan menemukan tempatnya.

Oleh karena itu, jangan heran kalau lo bakal punya favorit sendiri dan siap berdebat soal itu di kolom komentar.

Tips Pemula Biar Nggak Kewalahan

Game ini panjang dan penuh sistem, jadi wajar kalau pemula merasa overwhelmed. Berikut beberapa tips yang bakal sangat membantu:

  • Selesaikan Palace secepat mungkin. Usahakan menembus Palace sampai rute aman dalam satu atau dua hari. Dengan begitu, sisa hari bisa dipakai untuk Confidant dan stat.
  • Manfaatkan hari hujan. Aktivitas tertentu memberi bonus stat saat cuaca buruk, jadi jangan disia-siakan.
  • Bawa Persona dengan Arcana yang cocok. Saat hangout dengan Confidant, membawa Persona dari Arcana yang sama memberi poin tambahan.
  • Kejar Maruki dan Akechi sejak awal. Untuk membuka semester ketiga, lo wajib menaikkan Confidant keduanya ke rank tertentu sebelum tenggat di pertengahan cerita. Cek walkthrough untuk tanggal pastinya supaya nggak kelewatan.
  • Jangan gengsi turunin difficulty. Tingkat kesulitan bisa diubah kapan saja, jadi tidak ada yang perlu dibuktikan.

Terakhir, ingat bahwa lo nggak mungkin memaksimalkan semuanya di playthrough pertama. Nikmati aja, karena ada New Game+.

Kekurangan yang Tetap Harus Dibahas

Sebesar apa pun rasa sayang gue, game ini nggak sempurna. Pertama, pembukaannya lambat banget. Lo bisa menghabiskan beberapa jam awal cuma buat tutorial dan dialog sebelum benar-benar merasa bebas.

Kedua, durasinya brutal. Satu playthrough bisa tembus 100 jam lebih, dan konten baru terbesar, yaitu semester ketiga, baru muncul di bagian akhir. Artinya, veteran Persona 5 harus melewati ulang puluhan jam cerita lama sebelum menyentuh bagian segarnya.

Selain itu, beberapa humor dan penulisan terasa ketinggalan zaman. Ada lelucon yang mengandalkan stereotip, dan beberapa kritikus menyoroti hal ini sejak versi original. Royal memang merevisi sebagian, tetapi tidak semuanya.

Meski begitu, kekurangan ini tidak cukup untuk menenggelamkan kapalnya. Justru karena game ini begitu bagus, kekurangannya jadi terasa lebih mengganjal.

Masih Worth It Dimainkan di 2026?

Absolutely. Persona 5 Royal adalah paket lengkap: cerita yang berani, gaya visual yang ikonik, musik acid jazz Shoji Meguro yang bakal terngiang berminggu-minggu, dan karakter yang terasa seperti teman sungguhan. Ditambah lagi, sekarang game ini tersedia hampir di semua platform, jadi nggak ada alasan buat skip.

Kalau lo belum pernah menyentuh seri Persona, mulailah dari sini. Kalau lo sudah tamat versi original, semester ketiga dan porsi Akechi yang baru sudah lebih dari cukup untuk jadi alasan balik lagi. It’s showtime, Ngab.

Baca juga