Build & Strategi

Build Lucia Zenless Zone Zero: Hantu Manis Penjaga Tim Rupture

Oleh ••4 menit baca
Build Lucia Zenless Zone Zero: Hantu Manis Penjaga Tim Rupture
(Gambar: HoYoverse via Gamebrott)

PSA buat semua yang dompetnya udah sekarat gara-gara gacha: ada S-Rank baru di Zenless Zone Zero yang justru ramah kantong buat urusan build-nya. Namanya Lucia, support ber-attribute Ether dari faksi Spook Shack — rumah yang sama dengan Yuzuha dan Alice. Iya, faksi hantu-hantuan itu nambah personel lagi, dan kali ini yang dateng adalah tipe support yang bikin unit Rupture kalian senyum-senyum sendiri.

Kenapa aku bilang dia spesial? Karena paket kerjanya lengkap banget buat ukuran satu slot tim: Lucia bisa ngasih buff Shield sekaligus buff DMG yang nyambung banget sama kebutuhan unit Rupture, dan Ultimate-nya ikut mulihin HP. Pelindung, pendorong damage, dan perawat dalam satu tubuh. Sementara karakter lain sibuk milih satu profesi, dia ambil tiga sekaligus — peak efisiensi.

Dan bagian yang bikin aku paling lega: dari sisi gear, dia tergolong ramah F2P. Nggak semua kebaikan di game ini harus ditebus dengan tabungan polychrome yang menguap. Berikut panduan build Lucia Zenless Zone Zero berdasarkan racikan Gamebrott, dari W-Engine sampai komposisi timnya.

Build Lucia Zenless Zone Zero Terbaik
(Gambar: HoYoverse via Gamebrott)

W-Engine: Dari Sultan Sampai Rakyat Jelata

Pilihan teratasnya Dreamlit Hearth. Engine ini naikin Energy Regen sebesar 0,4 poin per detik, dan tiap Lucia mengaktifkan atau memperpanjang Ether Veil, DMG semua Agen di tim melonjak 25% plus Max HP naik 15% selama 45 detik. Micu ulang bakal nge-refresh durasinya, dan efek ini cuma boleh dimiliki satu Agen dalam tim. Durasi 45 detik itu lama banget buat ukuran buff — praktis nyala terus sepanjang pertarungan kalau rotasi kalian rapi.

Kalau belum rezeki, masih ada barisan alternatif. Weeping Cradle ngasih Energy Regen 0,6 poin per detik selama Lucia lagi nggak aktif di lapangan, dan tiap serangannya kena musuh, DMG semua unit ke target itu naik 10% selama 3 detik — bonusnya, selama efek jalan, buff-nya merangkak naik 1,7% tiap setengah detik sampai mentok di tambahan 10,2%. Ada juga Unfettered Game Ball: kalau serangan Lucia memicu efek keunggulan atribut, CRIT Rate seluruh tim terhadap target itu naik 12% selama 12 detik. Dan buat opsi paling merakyat, Kaboom the Cannon tetap setia — tiap serangan sekutu kena musuh, ATK satu tim naik 2,5% selama 8 detik, bisa numpuk sampai 4 lapis dengan satu lapis per anggota.

Cara milihnya gampang kok. Kalau kalian tipe yang males mikirin kondisi pemicu, ambil yang efeknya paling pasif dan paling sering nyala di gaya main kalian. Buff sekeren apa pun nggak ada artinya kalau syarat aktifnya jarang kesampaian — lebih baik angka sedang yang nyala terus daripada angka wah yang cuma numpang lewat.

Drive Disc: Nina Bobo yang Mematikan

Set utamanya 4-pc Moonlight Lullaby, yang menurut Gamebrott memang Drive Disc terbaik buat Lucia: tiap dia ngelepas EX Special Attack atau Ultimate, keluarlah buff DMG-nya. Pasangan idealnya 2-pc Yunkui Tales, karena buff milik Lucia itu berskala dari HP — jadi set yang ngangkat sisi HP-nya bakal langsung kerasa di kualitas support-nya.

Alternatifnya, tuker slot dua itu dengan 2-pc Swing Jazz buat tambahan Energy Regen — atau sesimpel karena substat kepingan Swing Jazz di gudang kalian kebetulan lebih bagus. Nggak usah gengsi; substat jelek di set “benar” tetap kalah sama substat bagus di set alternatif.

Urusan stat, mantranya satu kata: HP. Slot 6 diisi HP atau Energy Regen, slot 5 HP, slot 4 juga HP. Substat ngejar HP%, Flat HP, dan CRIT Rate. Aneh ya, support yang nggak nyari ATK sama sekali? Justru itu intinya — kekuatan buff dari Special Attack-nya ngikutin seberapa gendut darah si Lucia. Makin sehat dia, makin sakit tim kalian mukulnya.

Build Lucia Zenless Zone Zero Terbaik
(Gambar: HoYoverse via Gamebrott)

Sama Siapa Dia Paling Klop?

Formasi impiannya jelas tim Rupture, dan ini bukan kebetulan — kit-nya dari awal memang kayak ditulis buat mereka: Lucia bareng Yi Xuan dan Ju Fufu, dengan Belion sebagai Bangboo-nya. Di sinilah semua bagian kit-nya nemu rumah — buff Shield dan DMG-nya diserap penuh sama unit Rupture yang emang dirancang buat itu.

Buat yang rosternya belum semewah itu, ada racikan F2P yang tetap layak: Lucia jalan bareng Manato dan Pulchra, ditemani Bangboo Miss Esme. Bukti kecil kalau karakter ini nggak nuntut lingkungan mahal buat bisa berfungsi — dia yang nyesuaiin diri sama kalian, bukan sebaliknya. Dua formasi itu juga nunjukin rentang kariernya: dari tim sultan sampai tim seadanya, peran dia tetap sama dan tetap kepake.

Penutup: Support yang Nggak Minta Banyak

Kalau ditarik benang merahnya, build Lucia itu soal satu hal: numpuk HP setinggi mungkin biar buff dari Special Attack-nya makin kenceng. Moonlight Lullaby jadi mesinnya, Yunkui Tales jadi penguatnya, dan deretan W-Engine dari Dreamlit Hearth sampai Kaboom the Cannon tinggal disesuaikan sama isi inventori. Nggak ada perhitungan rumit, nggak ada breakpoint bikin migrain.

Dan mungkin itu yang bikin aku sayang sama karakter macam ini: di tengah game yang makin rame sama mekanik berlapis-lapis, Lucia dateng dengan tawaran sederhana — kasih aku darah, kukasih kalian segalanya. Shield, buff damage, heal dari Ultimate, semuanya dari satu hantu manis Spook Shack yang build-nya nggak bikin dompet nangis. Kalau kalian lagi nyari support jangka panjang buat tim Rupture, ya udah, ini orangnya. Eh, hantunya.

Baca juga