Sistem Parry Blood of Dawnwalker Ternyata Ngambil Ilmu dari Guitar Hero — Gue Literally Shaking
ngabquest — Gue butuh kalian duduk dulu buat berita satu ini, karena nggak ada satu pun sel di otak gue yang siap: The Blood of Dawnwalker, RPG vampir yang paling gue tunggu-tunggu, ternyata ngambil inspirasi sistem parry-nya dari Guitar Hero. Iya, Guitar Hero. Game gitar plastik yang dulu bikin jempol kita keriting itu. Gue literally shaking nulis kalimat barusan.
Konteks dulu biar adil. Kalau kamu ngerasa ada DNA The Witcher 3 di game buatan Rebel Wolves ini, itu bukan halu — dua game ini beneran berbagi direktur yang sama, Konrad Tomaszkiewicz, plus sederet developer inti yang dulunya kerja di CD Projekt Red. Salah satu environmental artist-nya juga pernah nyebut novel legendaris Interview with the Vampire karya Anne Rice sebagai inspirasi, yang mana, ya jelas — itu kan ibu dari hampir semua kisah vampir modern. Tapi dari semua nama yang mungkin disebut sebagai referensi sebuah RPG vampir, Guitar Hero jelas kandidat paling akhir yang bakal gue tebak. Plot twist-nya sekelas telenovela.

ngabquest ~ The Blood of Dawnwalker — Gameplay Overview
Dan gue perlu garisbawahi kenapa pedigree ini penting: The Witcher 3 itu salah satu RPG paling dicintai sepanjang masa, jadi setiap keputusan desain dari tim yang sama otomatis jadi headline. Makanya pas nama yang keluar dari mulut sang direktur bukan sesama RPG pedang-pedangan abad pertengahan, melainkan game rhythm dengan kontroler gitar plastik, internet gaming langsung angkat alis berjamaah. Tapi tahan dulu skeptisnya, karena makin dipikir, analoginya makin nyambung.
Kata Sang Direktur: Ini Beneran Kayak Main Gitar
Cerita menarik ini datang langsung dari Tomaszkiewicz lewat wawancara di Edge Magazine edisi #427. Laporan tersebut kemudian diangkat secara detail oleh NgabQuest. Menurut beliau, sistem parry di Blood of Dawnwalker itu sedikit mirip dengan Guitar Hero.
Awalnya, kamu mungkin nggak bisa memencet tombol dengan benar. Akan tetapi, lama-kelamaan kamu bakal sangat lancar. Combat directional di Dawnwalker bakal menampilkan marker khusus di layar kamu. Kamu harus mencocokkan marker tersebut dengan gerakan thumbstick ke arah yang sesuai di momen yang tepat.
Sistem ini persis seperti note chart di Guitar Hero. Hanya saja, versinya jauh lebih berdarah-darah dan mempertaruhkan nyawa karaktermu.
Cara Kerja Parry ala Dawnwalker
Mekanisme dasarnya gini: kalau kamu berhasil ngikutin marker arah dengan benar, kamu bakal nge-block serangan musuh tanpa ngabisin stamina. Kalau timing-nya sempurna? Block itu naik kelas jadi parry. Dan yang paling penting: sistem ini sepenuhnya opsional. Kamu bahkan bisa matiin UI marker-nya sama sekali dan murni ngebaca gerakan musuh buat nentuin arah counter — buat kalian para pendekar yang nganggep bantuan visual itu penghinaan.
Buat gue, detail paling menarik di situ justru soal stamina: block yang berhasil lewat marker itu gratis, nggak makan resource sama sekali. Artinya pemain yang tekun ngelatih jempolnya bakal dapet hadiah nyata di tiap duel, bukan sekadar angka combo yang cantik doang. Persis kayak perjalanan dari lagu easy ke expert di Guitar Hero: yang di-upgrade bukan karaktermu, tapi skill kamu sendiri.
Tapi Tomaszkiewicz pede banget kebanyakan orang bakal jatuh cinta sama sistem ini. “When you start to get used to the directional combat, it’s so cool that we believe most people will play this way,” katanya. Level kepedean yang gue respect, no cap.
Tapi Tunggu, Bukannya Ini Udah Pernah Ada?
NgabQuest sendiri jujur ngasih catetan kritis, dan gue setuju sama mereka: input directional ala gini bukan barang baru. Kingdom Come: Deliverance, Chivalry, sampai For Honor udah bertahun-tahun main di arena serangan-berbasis-arah. Bedanya, Dawnwalker secara eksplisit ngasih tahu arah mana yang harus kamu flick lewat marker di layar — selama opsinya kamu nyalain.
Dan justru di situ letak menariknya buat gue: combat Dawnwalker keliatan jauh lebih cepet dan chaotic dibanding game-game tadi, jadi marker di layar itu bukan sekadar bantuan, tapi penyelamat hidup buat manusia biasa dengan refleks seadanya. Sistem yang bisa diatur dari “kasih tahu aku semuanya” sampai “aku baca sendiri gerakan musuh” itu desain yang ramah buat semua kalangan pemain, dari yang santai sampai yang sweaty.
September Makin Deket, dan Gue Nggak Siap
Nantinya, semua teori dan ekspektasi ini bakal benar-benar teruji. Game The Blood of Dawnwalker dijadwalkan rilis pada tanggal 3 September mendatang.
Oh iya, ada satu detail bonus yang bikin gue makin down bad. Pihak developer sempat mengonfirmasi kalau kamu secara teknis bisa mengalahkan final boss langsung setelah prologue. Namun, hal itu bakal menjadi pencapaian dengan level legenda yang sangat sulit dicapai.
Bayangkan saja, ada RPG vampir, parry ala Guitar Hero, dan potensi speedrun segila itu dalam satu paket game. Wahai The Blood of Dawnwalker, tolong cepatlah rilis ke pasaran. Jempol gue rasanya udah mulai pemanasan dari sekarang.
