Review Game Baru

Dragon’s Dogma 2: Dark Arisen, Norgan dan Spek PC Turun

Oleh 8 menit baca

ngabquestOke, gue mau ngaku duluan sebelum lo baca lebih jauh: gue nggak pernah berhenti sayang sama Dragon’s Dogma 2. Bahkan di masa tergelapnya, waktu framerate-nya kayak orang sesak napas dan Ferrystone dijual eceran kayak gorengan, gue tetep balik ke Vermund buat manjat Griffin. Sementara itu, setengah internet udah kompak bilang it’s so over. Namun sekarang situasinya beda. Capcom bawa Dark Arisen, dan mereka bawanya sambil beberes rumah sekalian. We are so back.

ngabquest ~ Dragon’s Dogma 2 Gameplay

Capcom Spotlight Jadi Titik Baliknya

Semuanya bergulir dari Summer Game Fest, kemudian dikunci lewat Capcom Spotlight. Acara ini semacam versi Nintendo Direct-nya Capcom sendiri, durasinya sekitar 30 menit, dan dipakai buat nyusulin pengumuman yang sebelumnya cuma dikasih setengah-setengah.

Sayangnya, buat lo yang berharap dapat bocoran Resident Evil Veronica atau Tifa di Street Fighter 6, acara itu bukan jatahnya. Sebab fokusnya cuma tiga: Monster Hunter Stories 3, Onimusha: Way of the Sword, dan tentu saja Dragon’s Dogma 2: Dark Arisen.

Kento Kinoshita Balik ke Kursi Director

Segmen delapan menitnya dibawain langsung oleh Kento Kinoshita. Ya, itu Kinoshita, orang yang dulu ngerjain Dark Arisen buat game pertama. Karena itu, keputusan Capcom nyerahin ekspansi ini ke tangan yang sama sekaligus mempertahankan nama yang sama jelas bukan kebetulan.

Faktanya, buat fans yang udah nunggu lebih dari dua tahun sambil ngedumel di forum, ini semacam sinyal terang bahwa Capcom lagi serius. Kinoshita sendiri secara terbuka menyinggung keluhan soal minimnya konten endgame yang bikin betah.

Norgan, Region Salju yang Nggak Peduli Sama Build Lo

Isi utamanya satu region baru bernama Norgan, terletak jauh di utara dari Vermund yang hijau dan Battahl yang gersang. Kalau base game ngasih lo hutan, padang rumput, dan gurun, Norgan justru ngasih lo putih di mana-mana: salju tebal, tebing batu, dan reruntuhan tua.

Sesi hands-on dari berbagai outlet konsisten cerita hal yang sama. Mereka mulai dari desa kecil terpencil yang isinya NPC pemberi quest, tempat istirahat, dan tempat ganti Vocation. Setelah itu, mereka diarahkan jalan ke utara nembus bukit bersalju buat memicu plot point utama.

Serigala Pun Jadi Ancaman Serius

Di sinilah Norgan nunjukin giginya. Capcom ngasih karakter demo dengan semua Vocation yang udah full upgrade, alias kondisi yang harusnya bikin lo jalan santai sambil ngupil.

Meski begitu, segerombolan serigala tetep butuh waktu lama buat dihabisin. Padahal di Vermund, musuh sampah semacam itu biasanya lo tebas sambil lewat. Akibatnya, region ini secara terang-terangan bilang bahwa dia nggak peduli build lo sekuat apa.

Cuaca yang Ikut Berusaha Ngebunuh Lo

Setelah itu muncul Yeti raksasa yang mondar-mandir santai di bukit. Monster ini jauh lebih tanky dibanding apa pun di base game, punya moveset baru yang nyebelin, dan siap ngehukum siapa pun yang lengah sedetik.

Terlebih lagi, Norgan punya cuaca yang aktif berusaha bikin lo mati. Ada badai salju yang bikin visibilitas anjlok, longsoran, sampai es yang jatuh dari atas. Selain itu, daerah pegunungannya punya verticality gila-gilaan, sehingga eksplorasi di sini bakal jauh lebih dalam buat lo yang doyan ngintipin tiap celah tebing.

Fallen Dragon, Bos yang Nggak Mau Mati

Klimaks demonya adalah pertemuan sama Fallen Dragon, naga yang jelas-jelas lagi nggak dalam kondisi terbaiknya. Di dadanya bukan jantung, melainkan lubang menganga. Napasnya nyebar ke tanah dan langsung nge-summon gerombolan zombie di sekitar arena.

Titik lemahnya sendiri ada di lengan dan leher, tempat daging busuknya nyembul dari balik sisik.

Potong Kepalanya, Tumbuh Lagi

Masalahnya sederhana tapi bikin frustrasi. Lo potong lengannya, tumbuh lagi. Lo penggal kepalanya, dan ya, tumbuh lagi juga.

Beberapa reviewer bahkan ngaku pawn mereka tumbang berjatuhan cuma gara-gara variasi serangan AOE-nya, padahal mereka udah main super hati-hati. Pada akhirnya ketahuan bahwa pertarungan ini scripted sampai batas HP tertentu, lalu ditutup cutscene.

Di momen itulah kita kenalan sama Eir, pemburu yang ngejar si naga sekaligus ngomong soal siklus dunia Dragon’s Dogma yang udah patah. Kemudian demo selesai begitu aja. Kurang ajar, tapi gue suka.

Pendalaman, Bukan Penambahan

Sekarang bagian yang perlu gue omongin jujur, karena gue bucin tapi bukan berarti buta.

Ekspektasi normal buat ekspansi RPG berbasis Job itu jelas: Vocation baru. Blizzard misalnya, konsisten ngelakuin itu di tiap ekspansi Diablo IV. Namun ketika sejumlah outlet nanya ke perwakilan Capcom, jawabannya justru sebaliknya. Dark Arisen sama sekali nggak nambah Vocation.

Slot Skill Naik dan Sistem Relic Masuk

Sebagai gantinya, Capcom milih jalan pendalaman. Slot skill naik dari 4 ke 6, dan dua slot ekstra ini kedengeran sepele di atas kertas. Meski demikian, buat game yang tiap Vocation-nya punya identitas kuat, tambahan itu ngebuka kombinasi serangan yang sebelumnya mustahil.

Selain itu, ada sistem Relic yang jadi gameplay loop barunya. Lo dapet relic acak dari eksplorasi dan pertarungan dalam kondisi belum teridentifikasi, kemudian harus dibawa balik ke camp buat di-appraisal. Hasilnya bisa senjata atau armor dengan stat jauh di atas rata-rata, bahkan kadang plus efek spesial dan skill unik.

12 Lost Rites dan Opsi Kosmetik Baru

Ada juga 12 Lost Rites, dungeon challenge yang tersebar di seluruh peta base game dan bukan cuma di Norgan. Hadiahnya berupa perlengkapan langka yang dulu dipegang Arisen terdahulu. Sayangnya, nggak ada satu pun outlet yang dikasih akses ke konten ini pas preview, sehingga bagian ini masih jadi kotak hitam.

Di luar itu, character editor kebagian 21 hairstyle baru plus pattern tattoo tambahan. Buat gue yang sanggup ngabisin 90 menit di layar creator, ini jelas bukan detail kecil.

Sisi yang Bikin Nervous

Di sinilah kekhawatirannya masuk. Sebab kalau lo tipe yang udah setengah mati grinding di base game biar overpowered, lalu masuk Norgan dan tetep dipukulin serigala, wajar muncul rasa bahwa perjuangan sebelumnya jadi sia-sia.

Catatan NgabQuest sendiri nemu satu preview yang jauh lebih dingin nadanya. Jurnalisnya emang udah kehilangan minat sama base game sejak lama, dan setelah 45 menit demo, dia keluar dengan kesimpulan blak-blakan bahwa nggak ada yang cukup luar biasa buat bikin dia balik lagi. Fair, karena nggak semua orang harus jadi bucin kayak gue.

Update 3.2 Akhirnya Denger Jeritan Pemain

Bagian ini menurut gue paling underrated dari seluruh berita Dark Arisen, sekaligus paling jarang dibahas.

Bareng roadmap ekspansi, Capcom ngerilis update gratis buat base game. Isinya jelas bukan tambalan basa-basi:

  • Save slot naik dari 1 jadi 3, setelah dua tahun kita minta terus.
  • AI dan tingkah laku pawn diperbaiki, plus penambahan slot skill senjata.
  • Dragonsplague direvisi, sehingga benefitnya lebih masuk akal dan metode penanganannya bertambah.
  • Fast travel dipermudah lewat item serta fitur tambahan.

Selain itu, Capcom juga motong microtransactions dan ngasih diskon permanen ke base game jelang perilisan Dark Arisen. Poin terakhir ini penting banget dan sayang kalau dilewatin. Sebab microtransactions adalah salah satu alasan utama reputasi game ini rusak di hari pertama, dan sekarang Capcom mencabutnya sendiri.

Spek PC Turun, GTX 1660 Kebagian Tiket Masuk

RE Engine itu engine yang cantiknya nggak ketulungan, tapi punya masalah kronis begitu ketemu open world. Monster Hunter Wilds dan Dragon’s Dogma 2 dua-duanya jadi korban.

Untungnya, hasil optimalisasi update terbaru bikin Capcom cukup pede buat nurunin kebutuhan spek PC-nya. Laporan pemain PC di media sosial pun rata-rata sepakat bahwa framerate naik dan jauh lebih stabil dibanding iterasi sebelumnya.

Minimum Requirements

Komponen Spek
Setting Prioritize Performance 1080p / FSR / 45–60fps, atau Prioritize Graphics 1080p / FSR / 45fps
OS Windows 11 (64-bit)
CPU Intel Core i5 8500 / AMD Ryzen 5 3600
GPU NVIDIA GeForce GTX 1660 / AMD Radeon RX 5500 XT (8GB VRAM)
RAM 16GB
DirectX 12

Recommended Requirements

Komponen Spek
Setting Prioritize Performance 1080p / DLSS atau FSR / 60fps, atau Prioritize Graphics 2160p / DLSS atau FSR / 45fps
OS Windows 11 (64-bit)
CPU Intel Core i7-10700 / AMD Ryzen 5 3600X
GPU NVIDIA GeForce RTX 2070 Super / AMD Radeon RX 6600 XT
RAM 16GB
DirectX 12

Penurunannya terhitung signifikan. Di sisi minimum, GPU turun dari GTX 1070 dan RX 5500 XT ke GTX 1660. Sementara itu, di sisi recommended, RTX 2080 dan RX 6700 turun ke RTX 2070 Super serta RX 6600 XT. CPU recommended memang nggak berubah, namun rig yang dua tahun lalu ditolak mentah-mentah sekarang punya tiket masuk.

Performa di Nintendo Switch 2

Gue skeptis waktu denger rencana ini, karena Dragon’s Dogma 2 di handheld kedengeran kayak lelucon.

Kemudian beberapa outlet nyoba build Switch 2-nya dan sengaja milih Magick Archer, Vocation dengan panah homing yang secara harfiah bisa memenuhi layar. Pilihan itu jelas dimaksudkan sebagai stress test paling jahat yang bisa mereka pikirin.

Hasilnya ternyata di luar dugaan. Framerate-nya stabil di mode handheld pada kisaran 30fps yang konsisten, tanpa penurunan signifikan meski skill tersebut dispam terus-terusan. Kualitas visualnya sendiri kira-kira sekelas Pragmata di Switch 2.

Meski demikian, ada catatan penting. Yang diuji baru area terbuka dan pertarungan, sedangkan performa di kota, momok klasik Dragon’s Dogma 2, masih jadi tanda tanya besar.

Siapa yang Cocok Masuk Norgan

Jawabannya kelewat sederhana sampai agak nyebelin: semuanya tergantung seberapa lo sayang sama base game-nya.

Kalau lo termasuk orang yang bersenang-senang di Vermund dan Battahl terlepas dari semua kekurangannya, Dark Arisen adalah perpanjangan langsung dari kesenangan itu. Lo bakal dapet tingkat kesulitan yang naik, loot loop yang bikin nagih, dan region yang jauh lebih ganas.

Sebaliknya, kalau base game-nya udah bikin lo muak sejak awal, semua QoL dan fitur baru ini kemungkinan besar nggak akan ngubah pikiran lo. Sebab ini tetap ekspansi, bukan reboot. Capcom lagi nggak bikin Dragon’s Dogma 3, melainkan ngerapiin dan ngedalemin rumah yang udah ada.

Dragon’s Dogma 2: Dark Arisen rilis 9 Oktober 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, PC, dan Nintendo Switch 2. Ekspansinya dibanderol $29,99 buat pemilik base game, sementara Switch 2 kebagian bundel lengkap seharga $49,99.

Baca juga