Cara Main (Pemula)

Review Game of Thrones Kingsroad & Tips Farming Momentum

Oleh 7 menit baca

ngabquestOke, confession dulu. Gue udah nungguin game Westeros yang beneran layak sejak zaman Telltale bikin kita galau berjamaah. Jadi waktu Game of Thrones: Kingsroad dari Netmarble akhirnya bisa dimainin, gue literally shaking. Open world? Action RPG? Jon Snow yang mukanya mirip banget sama versi HBO? We are so back.

Lalu gue main belasan jam. Dan jujur aja, hubungan gue sama game ini… it’s complicated. Mirip hubungan Sansa sama hampir semua cowok di hidupnya.

Kenalan Dulu: Game of Thrones Kingsroad Itu Game Apa?

Game of Thrones Kingsroad adalah action RPG open world garapan Netmarble Neo yang mengambil latar sekitar Season 4 serial HBO. Artinya, luka Red Wedding masih basah banget, Utara dikuasai keluarga Bolton, dan rakyat kecil diperas bandit tiap hari.

Menariknya, lo nggak main sebagai Stark atau Lannister. Sebaliknya, lo jadi anak haram dari House Tyre, keluarga kecil di Utara yang sengaja diciptakan khusus untuk game ini. Tugas lo ada dua: bantu Night’s Watch menghadapi ancaman White Walkers, sekaligus mengantar surat ke King’s Landing supaya status lo diakui sebagai pewaris sah.

Sepanjang perjalanan, lo bakal ketemu Jon Snow, Tyrion, Brienne, sampai Roose dan Ramsay Bolton yang vibes-nya… ya, Bolton banget. Model karakternya rapi, dan pengisi suaranya meniru aktor aslinya dengan cukup meyakinkan.

Yang bikin gue senyum: lo bukan chosen one. Lo cuma prajurit biasa yang nyempil di tengah kekacauan besar. Namun di sisi lain, karena kita semua sudah tahu ending serialnya, taruhan cerita House Tyre jadi terasa agak hampa.

Game ini bisa dimainkan di PC (Steam, Epic Games Store, Netmarble Launcher), Android, dan iOS. Versi global rilis Mei 2025, sedangkan versi Asia baru meluncur Mei 2026 dengan banyak sistem yang dirombak.

Combat-nya: No Cap, Lebih Seru dari Dugaan Gue

Awalnya gue kira ini bakal jadi game tap-tap-auto khas mobile. Ternyata salah. Pertarungannya mengandalkan kombinasi serangan ringan dan berat, dodge, block, plus gauge yang terisi saat lo memberi damage untuk melepas skill spesial. Setiap tebasan punya bobot, dan musuh elite bisa mematahkan serangan lo kalau lo main asal pencet.

Meski begitu, ada beberapa hal yang bikin gue mengernyit. Pertama, mayoritas musuh adalah manusia — bandit, prajurit korup, lagi-lagi bandit. Karena Westeros memang low fantasy, variasinya cepat terasa monoton. Kedua, busur lebih cocok buat membuka pertarungan doang, sebab musuh langsung nempel ke muka lo setelah dua tembakan. Ketiga, kadang lo tetap kena hit padahal sudah dodge dengan timing pas. Rude.

Tapi, momen yang bikin gue down bad total adalah world boss Drogon. Naga itu bergerak, menyembur, dan berinteraksi dengan pemain dengan cara yang jarang gue lihat di game sejenis. Bahkan cuma nonton dari pinggir arena aja udah merinding.

Pilih Class: Knight, Sellsword, atau Assassin?

Ada tiga class, dan masing-masing punya identitas yang jelas. Karena itu, pilih sesuai gaya main, bukan sesuai tier list di grup WhatsApp.

Knight — Si Tembok Berjalan

Knight adalah tank. Darahnya tebal, armornya keras, dan salah satu kemampuannya bisa otomatis menangkis serangan musuh manusia lalu membalas. Skill penguat tim-nya juga bisa menaikkan critical rekan sekaligus menurunkan pertahanan lawan. Kekurangannya, dia lambat dan agak kewalahan melawan musuh jarak jauh. Paling ramah buat pemula.

Sellsword — Tukang Pukul Kelas Berat

Sellsword membawa senjata berat dan jago bikin musuh stagger. Damage per pukulannya brutal, terutama saat melawan boss berarmor. Sebagai gantinya, gerakannya lambat dan dia rawan dihajar saat animasi serangan belum selesai. Jujur, buat konten yang musuhnya suka keroyokan, AOE Sellsword itu penyelamat.

Assassin — Glass Cannon Paling Stylish

Assassin itu my beloved. Cepat, lincah, dan burst damage-nya paling tinggi. Namun, dia rapuh banget dan butuh timing dodge yang presisi. Kalau lo belum paham pola serangan musuh, siap-siap sering lihat layar respawn.

Sisi Gelap: RP, Monetisasi, dan Notifikasi yang Nggak Mau Diem

Oke, sekarang bagian yang bikin gue pengin lempar HP. Versi global Game of Thrones Kingsroad punya sistem RP yang berfungsi seperti stamina. Lo butuh RP untuk mengklaim hadiah dari boss dan konten tertentu, dan RP itu habisnya cepat banget. Tentu saja, lo bisa beli lagi.

Selain itu, ada opsi bayar untuk langsung bangkit dengan tincture penuh, paket fast travel dari mana saja, sampai paket gagak buat mengelola markas dari jarak jauh. Harganya memang murah, tapi fitur kayak gitu seharusnya ada dari awal.

Inventory-nya juga sempit, tanpa storage, dan menjual gear sampah harus satu per satu. Belum lagi rentetan popup hadiah setiap lo selesai membunuh tiga bandit. Please, biarin gue main dengan tenang.

Kabar baiknya, versi Asia yang meluncur tahun ini disebut sudah membuang gacha berbayar, menambah slot senjata jadi tiga, dan tetap mempertahankan combat manual sepenuhnya, dengan mode bantuan khusus di mobile. Netmarble juga sedang menyiapkan penyelarasan konten global, jadi ada harapan pemain di region lain ikut kebagian perbaikan ini.

Panduan Pemula: Cara Grinding Momentum Tanpa Boncos

Momentum pada dasarnya adalah angka kekuatan karakter lo. Banyak misi utama tiba-tiba menuntut momentum tinggi, dan musuh jadi spons damage kalau angka lo kurang. Makanya, berikut cara menaikkannya secara efisien. Catatan: tips ini berbasis build global, jadi detailnya bisa bergeser setelah penyelarasan konten.

1. Habiskan RP Setiap Hari, Simpan yang Gratisan

Pakai semua RP harian karena setiap RP yang terpakai ikut menyumbang EXP. Akan tetapi, jangan buru-buru memakai RP gratis dari inventory. Simpan itu untuk konten high-end nanti. Sementara itu, kejar main quest dan side mission, bukan cuma daily, karena EXP-nya jauh lebih gede.

2. Reforge Duplikat, Lalu Sebar Gear Lewat Research

Farming dungeon lewat matchmaking memang enak di awal. Setelah set pertama lo lengkap (biasanya Savant), reforge setiap duplikat satu kali. Selanjutnya, gear sisa jangan dijual mentah-mentah. Masukkan ke menu Research, yang memperkuat 12 set sekaligus. Isi dulu slot yang cocok (ditandai ikon plus hijau), kemudian bagi gear abu-abu, hijau, dan biru secara merata ke semua slot. Menyebar ke 12 slot memberi momentum lebih besar dibanding menumpuk di satu set.

3. Artifact: Kumpulkan Material Dulu, Optimasi Belakangan

Lo cuma bisa pakai satu artifact aktif dan satu pasif, jadi belum perlu pusing optimasi. Fokus saja mengumpulkan material dari perburuan beast buas dan Expedition artifact. Tips kecil: kalau dapat item gratis berisi pilihan, ambil Scroll yang mempercepat expedition supaya lo bisa menjalankan lebih banyak sesi per hari.

4. Naikkan Skill Secara Merata

Daripada mentok di satu skill, naikkan semuanya bergantian. Cara ini lebih hemat skill book dan tetap mendongkrak momentum. Untuk combo, buka efek tambahan di level 3 pada satu combo, lalu ulangi di combo lain. Setelah semua beres, lanjut ke level 6, 9, dan seterusnya. Selain itu, cek bonus acak pada gear dan pastikan bonusnya cocok dengan skill yang sedang lo pakai.

5. Sigil: Sumber Momentum yang Sering Diremehkan

Sigil biasanya didapat dari achievement first clear atau toko. Karena itu, rajin cek daily shop, sebab kadang sigil dijual murah pakai gold sisa. Soal penempatan, lepas semua sigil dulu, lalu isi slot emas di tengah dengan house besar seperti Stark atau Bolton. Setelah itu, perhatikan garis penghubung: hijau berarti hubungan bersahabat dan menambah nilai, merah berarti bermusuhan dan mengurangi. Menariknya, sigil house besar kadang tetap lebih untung walau garisnya merah, jadi bandingkan angkanya sebelum memasang.

6. Aksesori: Belanja Jewelry Shop Tiap Hari

Aksesori adalah booster momentum yang mantap, tapi bahannya terbatas. Oleh sebab itu, sisihkan RP harian untuk konten yang menjatuhkan permata, lalu beli material di jewelry shop setiap hari. Saat upgrade, naikkan semua aksesori secara merata, karena level awal jauh lebih murah dibanding memaksa satu item sampai mentok.

Bonus: Biar Nggak Sering Respawn

Pelajari pola serangan boss di percobaan pertama, dan simpan consumable penambah serangan untuk fase boss lagi rentan. Terakhir, cek stok tincture sebelum masuk dungeon, karena isinya nggak otomatis terisi ulang di antara ronde.

Jadi, Worth It Nggak Main Game of Thrones Kingsroad?

Di balik tumpukan sistem progresi dan monetisasi yang bikin capek, ada game yang beneran seru di dalam Game of Thrones Kingsroad. Menjelajah Westeros dari Tembok sampai King’s Landing terasa magis, combat-nya punya bobot, dan Drogon adalah pengalaman yang wajib dicoba.

Masalahnya, versi global terlalu sering menghalangi lo dengan RP, inventory sempit, dan popup tanpa henti. Kalau versi Asia benar-benar sebaik janjinya, ini bisa jadi game Game of Thrones terbaik yang pernah ada. Sampai saat itu, main pelan-pelan, grinding dengan cerdas, dan jangan kalap top up.

Baca juga