Review Game Baru

Review Granblue Fantasy Relink: Endless Ragnarok

Oleh 4 menit baca

ngabquest — Oke jadi gini. Saya pikir hidup saya sudah aman dari Granblue Fantasy: Relink. Saya sudah beres ngejar semua trofi versi dasarnya. Semuanya aman, damai, wallet juga aman. Namun, Cygames tiba-tiba rilis expansion Endless Ragnarok. Alhasil, saya balik lagi kayak mantan yang bilang “cuma mau ambil charger doang” padahal ujung-ujungnya nginep semalaman. It’s so over for my free time, we are so back into the grind. Jujur saja, saya nggak kaget sama diri saya sendiri.

ngabquest ~ Granblue Fantasy Relink: Endless Ragnarok Gameplay

Buat yang belum tahu, Endless Ragnarok adalah expansion berbayar dari Relink. Ia menawarkan cerita lanjutan, boss-boss baru yang lebih besar, dan sistem penguatan karakter yang lebih dalam. Selain itu, tentu saja ada lebih banyak alasan buat grinding sampai jam tiga pagi. Ini bukan reinvensi total. Sebaliknya, ini lebih kayak Cygames bilang, “kalian suka yang ini kan? Nih, tambah lagi, tapi versi lebih berat.”

Cerita Masih Terasa Seperti Slide Presentasi

Ini bagian yang bikin saya agak down bad, tapi bukan dalam artian yang baik. Presentasi cerita di Endless Ragnarok literally nggak berubah dari base game. Karakter berdiri diam, ngobrol, lalu muncul potongan gambar statis buat episode karakter baru. My beloved Cygames, kalian punya budget buat bikin desain karakter se-gorgeous ini. Akan tetapi, cutscene-nya masih kayak visual novel budget minim. Saya nggak minta cinematic sekelas Final Fantasy XVI. Meski begitu, setidaknya kasih dikit animasi biar nggak berasa lagi baca komik.

Untungnya, ada opsi skip dengan ringkasan cerita. Jujur, saya pakai opsi itu lebih dari sekali, no shame. Pasalnya, saya di sini buat berantem sama boss, bukan buat drama keluarga karakter yang kurang saya sukai secara emosional.

Master Traits Bikin Saya Overthinking Build Karakter

Nah, ini yang bikin saya literally shaking pas pertama nyoba. Master Traits itu semacam skill tree tambahan. Sistem ini bikin karakter favorit kamu bisa dispesialisasi ke arah tertentu. Saya coba main-in salah satu support unit. Dengan cepat, saya kepikiran mau dibawa full defensif atau tetap ngasih damage. Proses milih itu sendiri rasanya kayak nge-date, penuh pertimbangan dan keraguan, tapi tetap seru.

Selain itu, ada level senjata baru, Sigil ekstra, dan tentunya HP musuh yang makin tebal. Jelas, expansion ini memang didesain buat bikin kamu grinding lebih lama. Namun, ada bedanya dibanding base game kali ini. Sekarang hadir mode roguelite baru bernama CONFLUX yang bikin proses cari material jadi jauh lebih efisien. Sayangnya, CONFLUX cuma bisa dimainkan secara offline bersama tim NPC. Lebih parah lagi, kamu wajib menyelesaikan sebagian isinya dulu untuk lanjut ke cerita utama. My guy, kenapa saya harus develop tiga karakter yang bahkan nggak akan saya pakai di misi online? It’s giving mandatory homework energy, dan jujur saya benci itu.

Boss Fight Bikin Saya Auto Forgive Semuanya

Ini dia bagian paling penting. Super Boss battle di Endless Ragnarok itu no cap salah satu pengalaman paling adrenalin yang saya rasain di JRPG tahun ini. Damage-nya besar, HP-nya super tebal, dan fase pertarungannya berlapis-lapis. Bahkan, semuanya makin gila mendekati akhir pertarungan. Singkatnya, ini murni test kesabaran dan refleks. Saya bahkan rela mengubah role karakter saya dari full offense jadi defense. Tujuannya cuma satu, menyelamatkan party dari wipe berkali-kali. Itulah level desperate-nya pertarungan ini.

Sistem Summon baru juga jadi tambahan yang seru. Kamu bisa panggil monster buat bantu menyerang atau bertahan untuk sementara waktu. Selain itu, setiap Summon juga menawarkan buff pasif tergantung slot yang dipasang. Di sisi lain, Lyria sekarang nggak cuma jadi karakter pasif di cerita. Dia bisa memberi Primal Burst buat menambah damage ultimate kamu. Efeknya memang kecil, tapi kerasa banget dampaknya saat HP boss sudah mepet.

Cocok untuk Penggemar Berat Relink

Endless Ragnarok bukan pilihan tepat buat gamer baru yang belum pernah menyentuh Relink. Pasalnya, kontennya terlalu terikat dengan base game untuk jadi entry point yang solid. Namun, buat kalian yang sudah jatuh cinta dengan sensasi raid ala Relink, ceritanya berbeda. Expansion ini adalah lanjutan yang solid, meski presentasi ceritanya masih kaku dan CONFLUX terasa dipaksakan. Pada akhirnya, saya tetap balik grinding tiap malam, dan entah kenapa itu tetap terasa menyenangkan.

Baca juga