Review Diablo IV Season 15: Layak Dicoba Lagi?
ngabquest — Aku baru selesai marathon berita BlizzCon 2026 semalaman. Hasilnya, aku jadi pengen buka lagi save file Diablo IV yang sempat kutinggalkan dua musim lalu. Alasannya sederhana. Season 15 “Hell’s Legacy” datang membawa comeback paling gede sepanjang sejarah game ini. Selain itu, ada banyak perubahan lain yang bikin momen sekarang jadi waktu paling pas buat balik ke Sanctuary. Makanya, di artikel ini aku bakal kupas tuntas semuanya. Mulai dari review kondisi game saat ini, tips buat pemula, sampai walkthrough singkat menuju endgame.

ngabquest ~ Diablo IV Review
Season 15 “Hell’s Legacy”: Diablo Sendiri Turun Gunung
Season 15 meluncur 15 September, tepat merayakan ulang tahun ke-30 franchise Diablo. Buat momen sebesar ini, Blizzard enggak main-main. Diablo sendiri, sang Lord of Terror, akhirnya bisa dihadapi langsung sebagai karakter penuh. Jadi bukan cuma cutscene boss recap biasa. Selain itu, Deckard Cain juga balik lagi mengantar lore sepanjang perjalanan season ini. My actual father figure di dunia gaming, literally shaking pas tahu dia comeback.
Dari sisi gameplay, ada beberapa perubahan penting yang wajib kamu tahu. Boss encounter sekarang punya mekanik fase yang lebih dinamis. Musuh minion juga scale mengikuti kekuatan karaktermu, jadi grinding musuh lemah di Torment tinggi bakal jauh berkurang. Selain itu, sistem crafting Horadric Cube dirombak total. Ada juga item socketable baru bernama Soul Splinters yang menambah opsi build. Dengan begitu, endgame loop terasa lebih rapi dan enggak monoton.
Nasib Diablo IV ke Depan: Ekspansi Selesai, Konten Belum
Kabar yang bikin sebagian fans down bad datang dari game director Brent Gibson. Diablo IV resmi tidak akan mendapat ekspansi penuh lagi. Namun, jangan panik dulu. Tim tetap fokus penuh menggarap season demi season sambil menyiapkan Diablo V di belakang layar. Menurut Gibson, cerita “Age of Hatred” sudah tuntas lewat Lord of Hatred. Sekarang giliran narasi baru bertajuk “Story of Terror” yang bakal jadi jembatan menuju kelanjutan cerita.
Meskipun begitu, dukungan konten tetap berjalan lama. Semua energi cerita ke depan katanya bakal dipakai buat menjembatani jalan menuju Diablo V, yang juga sempat diumumkan sekilas di BlizzCon dengan target rilis 2029. Tapi itu urusan nanti, sekarang fokus kita tetap di Sanctuary versi keempat ini. Kelas Amazon dikonfirmasi bakal masuk sebagai class pack terpisah di paruh pertama 2027, dengan fokus javelin dan gerakan cepat. Selain itu, Diablo IV: Age of Hatred Collection juga mendarat di Nintendo Switch 2 bersamaan dengan Season 15. Paket ini berisi base game plus kedua ekspansi sekaligus, jadi pilihan pas buat pemain baru yang mau mulai dari nol.
Ada juga drama receh soal skin Barbarian bertema Geralt of Rivia hasil kolaborasi dengan The Witcher 3. Konsepnya sebenarnya masuk akal, sebab kedua karakter sama-sama jago berantem jarak dekat dengan dua senjata. Namun, skin ini hanya bisa didapat lewat pembelian ekspansi baru The Witcher 3 di Battle.net, bukan langsung dari Diablo IV. Akibatnya, banyak pemain yang sudah punya The Witcher 3 di Steam merasa kesal harus beli ulang di platform lain.
Review Diablo IV: Masih Layak Dimainkan Sekarang?
Tiga tahun lebih sejak rilis, Diablo IV sudah melalui perjalanan naik turun yang khas. Beberapa season sempat dikritik habis, misalnya Season 3 dengan trap yang dianggap membosankan. Namun, di sisi lain, banyak juga season yang dipuji sebagai perbaikan besar, termasuk Lord of Hatred yang disambut dengan sambutan kritis positif. Sekarang, dengan Season 15 membawa comeback Diablo sendiri plus rombakan sistem crafting, momentumnya terasa jauh lebih solid dibanding beberapa season sebelumnya.
Buat pemain baru, Age of Hatred Collection jadi entry point paling efisien karena langsung dapat base game dan dua ekspansi sekaligus. Buat pemain lama yang sempat berhenti, Season 15 juga jadi alasan kuat buat balik. Meskipun begitu, tetap ada beberapa catatan. Kepastian arah konten jangka panjang masih belum jelas sepenuhnya sekarang ekspansi penuh sudah dihentikan. Selain itu, strategi monetisasi lewat skin eksklusif seperti Geralt kadang terasa kurang ramah buat pemain setia.
Tips & Trik Buat Pemula di Sanctuary
Kalau kamu baru pertama kali coba Diablo IV, ada beberapa hal dasar yang wajib kamu pahami dari awal. Berikut rangkumannya.
Pilih Seasonal Realm, bukan Eternal. Saat membuat karakter baru, kamu akan diminta memilih antara Seasonal Realm dan Eternal Realm. Semua konten dan mekanik terbaru selalu ada di Seasonal Realm. Oleh karena itu, karakter seasonal selalu jadi pilihan terbaik, apalagi buat kamu yang mau ikut battle pass musim berjalan.
Selesaikan kampanye utama dulu. Cerita utama Diablo IV memang panjang, tapi di situlah letak jiwa gamenya. Selain itu, menyelesaikan kampanye juga membuka difficulty lanjutan seperti Elite dan Penitent, yang penting buat progres endgame nanti.
Kejar Renown di tiap wilayah. Sistem Renown memberi reward account-wide setiap kali kamu menjelajah area baru, menemukan Altar of Lilith, membuka waypoint, atau menuntaskan dungeon. Dengan begitu, semua karaktermu ikut kebagian bonus permanen.
Manfaatkan Helltide, Tree of Whispers, dan Nightmare Dungeon buat leveling cepat. Tiga aktivitas ini adalah cara paling efisien buat naik level sekaligus dapat loot banyak. Selesaikan Grim Favors di Tree of Whispers, lalu tukarkan di pohon reward untuk cache tambahan.
Perhatikan Codex of Power sebelum masuk dungeon. Setiap Legendary Aspect yang kamu temukan otomatis tersimpan di Codex, dan sistem ini bersifat account-wide. Sebelum grinding dungeon tertentu, cek dulu Aspect apa yang mau kamu kejar biar enggak buang waktu.
Jangan buru-buru habiskan gold di awal. Gear yang kamu beli dari vendor biasanya cepat kalah relevan seiring naik level. Lebih baik simpan gold untuk kebutuhan crafting dan upgrade di fase pertengahan sampai akhir permainan.
Paragon Board terbuka di level 50. Setelah mencapai level ini, kamu bisa mulai mengalokasikan poin ke node-node Paragon untuk menambah kekuatan build secara signifikan. Fokuskan alokasi awal ke glyph yang sesuai gaya main kamu.
Walkthrough Singkat: Cara Unlock Torment 1
Salah satu pertanyaan paling umum dari pemain yang mulai serius adalah cara membuka difficulty Torment. Berikut langkah-langkahnya secara ringkas.
- Selesaikan kampanye dasar dan ekspansi untuk membuka urutan difficulty Normal, Hard, Expert, hingga Penitent.
- Naikkan karakter ke level 60, karena syarat minimum untuk mengakses The Pit of the Artificer memang di level tersebut.
- Cari Artificer’s Obelisk di Cerrigar, wilayah Scosglen. Lokasi ini jadi gerbang masuk menuju The Pit, dungeon procedural yang jadi kunci pembuka Torment.
- Selesaikan Tier 20 di dalam The Pit sebelum waktu habis. Kamu diberi batas waktu sekitar 15 menit untuk mengalahkan cukup musuh dan membuka portal menuju boss akhir.
- Kalahkan boss di Tier 20 tersebut. Begitu berhasil, Torment 1 otomatis terbuka secara permanen untuk karakter itu.
Perlu diingat, Torment 1 datang dengan penalti armor sebesar 250 poin dan pengurangan seluruh resistance sampai 25 persen. Namun, sebagai gantinya, kamu dapat bonus 300 persen gold dan experience, plus akses ke Ancestral gear, kualitas tertinggi dalam game. Oleh karena itu, pastikan build kamu sudah cukup matang sebelum nekat naik ke tingkat kesulitan ini.
Jadi, Sekarang Waktu yang Pas Buat Balik ke Sanctuary?
Dengan segala perubahan di Season 15, drama seputar masa depan ekspansi, dan tersedianya paket lengkap di platform baru, momentum Diablo IV sekarang terasa sangat menarik buat dicoba lagi. Baik kamu pemain baru yang baru mau mulai, maupun veteran yang sempat cuti panjang, ada banyak alasan buat kembali menyusuri Sanctuary minggu ini. Gimana menurutmu, sudah siap melawan Diablo langsung, atau masih sibuk menyusun rencana build buat Torment 1?
