Review Game Baru

Moonlighter 2: The Endless Vault Resmi Rilis Penuh

Oleh 5 menit baca

ngabquestWill, si tukang toko paling malang sedunia, akhirnya balik lagi. Tapi kali ini, jangan harap dia sama kayak yang dulu. Moonlighter 2: The Endless Vault resmi meninggalkan status Early Access pada 2 September 2026. Sebelumnya, game ini digodok hampir setahun penuh di Steam Early Access sejak 19 November 2025, sekaligus Xbox Game Preview.

Digital Sun selaku developer, bersama 11 bit studios sebagai publisher, akhirnya merilis versi lengkap game ini. Rilis 1.0 ini menyapa lima platform sekaligus: PC lewat Steam dan Microsoft Store, PlayStation 5, Xbox Series X/S, serta debut pertamanya di Nintendo Switch 2. Selain itu, pelanggan Xbox Game Pass juga langsung bisa mencicipinya sejak hari pertama, tanpa biaya tambahan.

ngabquest ~ Moonlighter 2 Review

Dari Piksel ke Dunia 3D yang Megah

Bagi yang mengenal Moonlighter sejak 2018, ingatanmu soal game piksel top-down yang cozy itu masih relevan. Namun, siap-siap kaget, sebab sekuel ini bukan sekadar DLC gemuk. Ini lebih mirip reinkarnasi total. Gaya pixel-art yang jadi ciri khas game pertama kini digantikan sepenuhnya oleh visual isometrik 3D. Akibatnya, dunia lama Rynoka terasa seperti foto usang jika dibandingkan versi barunya.

Kisah Baru di Kota Tresna

Ceritanya melanjutkan langsung kejadian di game pertama. Will dan seluruh warga Rynoka baru saja diundang ke perjanjian dagang multi-dimensi yang digagas entitas misterius bernama The Watchers. Sayangnya, kedamaian itu tidak bertahan lama. Seorang antagonis baru bernama Moloch, kolektor antar-dimensi, tiba-tiba merebut kampung halaman mereka. Akibatnya, seluruh warga terpaksa pindah ke kota dagang baru bernama Tresna.

Di Tresna, Will memulai semuanya dari nol. Ia membuka toko relik dan menjual barang hasil jarahannya. Tak lama kemudian, muncul artefak misterius bernama Endless Vault di tengah kota. Vault ini pada dasarnya menawarkan janji manis: jadilah pedagang paling sukses, dan segala keinginan akan terkabul. Di balik itu, tersimpan misteri besar soal keberadaan Moloch dan nasib kampung lama mereka.

Beberapa kritikus menilai narasi ini sebenarnya punya bahan untuk menjadi sekuel yang sempurna. Taruhannya lebih besar, lokasinya lebih luas, dan world-building-nya jauh lebih dalam dibanding game pertama. Meski demikian, bagian akhir ceritanya justru “dikorbankan” demi memoles hampir seluruh elemen gameplay lain hingga nyaris sempurna. Trade-off semacam ini tentu terasa agak mengecewakan bagi yang berinvestasi emosional pada ceritanya.

Loop Harian: Toko Siang, Dungeon Malam

Inti permainan ini, untungnya, tidak berubah. Siang hari, Will menjaga toko, menaruh relik di rak, dan menebak harga yang bisa membuat pelanggan senang atau justru kecewa. Uang hasil penjualan lalu dipakai untuk upgrade. Sementara itu, di malam hari, Will berteleportasi ke dimensi lain untuk menjelajahi area acak penuh monster demi mengumpulkan loot.

Bagi yang pernah memainkan game pertamanya, formula ini akan terasa familiar. Namun, jangan salah sangka dulu. Kini, formula lama tersebut dibungkus struktur roguelike yang jauh lebih tegas dibanding pendahulunya yang cenderung linear.

Combat Baru: Gun, Rupture, dan Bomb Path

Perubahan paling terasa ada di sistem pertarungan. Will kini membawa senjata jarak jauh berupa gun, ditambah salah satu dari empat kategori senjata melee. Amunisi gun-nya bahkan terisi ulang lewat serangan melee. Dengan kata lain, desain ini sengaja mendorong pemain untuk bermain agresif, bukan sekadar menghindar seperti dulu.

Selain itu, ada mekanik baru bernama Rupture. Setelah musuh menerima damage cukup banyak, mereka akan ter-stun dan bisa dipukul menggunakan ransel raksasa Will, mirip memukul bola tenis. Pada versi 1.0, ditambahkan pula kemampuan combat baru bernama Bomb Path. Musuh yang ditandai akan meledak setelah menerima cukup banyak pukulan. Tak hanya itu, zirah baru juga hadir dengan sistem critical hit yang bisa menumpuk lebih besar jika pemain memasang perk Spark yang tepat. Alhasil, pengalaman bertarung terasa jauh lebih memuaskan dibanding game originalnya yang dulu cenderung kaku.

Sistem Toko dan Endless Vault VII

Sistem toko juga naik level. Pada rilis penuh ini, toko bisa mencapai Level 5, level maksimal yang tersedia. Level ini membuka slot tambahan untuk Bloblet, yaitu companion kecil yang membantu operasional toko, sekaligus opsi kosmetik baru untuk dekorasi.

Sementara itu, Endless Vault sendiri menawarkan tantangan bertingkat. Pada versi 1.0, tantangan ini akhirnya mencapai tingkat ketujuh, yakni Endless Vault VII, yang sekaligus menjadi penutup cerita utama. Bagi pemain yang menginginkan tantangan ekstra, tersedia pula mode Hardcore.

Kelebihan dan Kekurangan yang Perlu Diketahui

Beberapa media game, termasuk NgabQuest, mencatat bahwa ruangan hasil generate prosedural ini kadang terasa mirip satu sama lain setelah beberapa run. Selain itu, jumlah run yang dibutuhkan untuk mencapai end credits juga terbilang banyak. Alhasil, sebagian pemain menyebutnya cukup grindy, terutama bagi yang ingin melihat semua konten tanpa mengulang biome yang sama berkali-kali.

Di sisi lain, ritme manajemen toko dinilai agak lambat dibanding kecepatan combat-nya. Kondisi ini menimbulkan sedikit disonansi antara dua “setengah” dari game ini. Beberapa pemain juga berharap waktu loading bisa dipersingkat lagi. Namun, dari sisi teknis, hampir semua sepakat bahwa build 1.0 ini berjalan mulus, minim crash, dan jauh lebih matang dibanding versi Early Access-nya dulu.

Secara keseluruhan, konsensus kritikus menempatkan game ini pada kategori “Strong”, dengan rata-rata skor di angka 80-an. Mayoritas kritikus pun merekomendasikannya, baik untuk penggemar action-roguelike maupun pencinta simulasi ekonomi yang santai. Meski bukan tanpa cela, game ini tetap menunjukkan peningkatan signifikan dibanding pendahulunya.

Harga dan Cara Membeli

Bagi yang tertarik mencoba, versi standar digital dibanderol US$29,99. Game ini tersedia di Steam, Microsoft Store, PlayStation Store, dan eShop Switch 2. Selain itu, game ini juga otomatis dapat dimainkan pelanggan Xbox Game Pass sejak hari pertama rilis.

Tak hanya versi digital, edisi fisik juga akan menyusul pada 13 November 2026 untuk PS5, Switch 2, dan PC, hasil kerja sama dengan Silver Lining Interactive. Edisi ini tersedia dalam versi Standard maupun Collector’s Edition. Bagi yang masih ragu, tersedia pula demo gratis yang bisa dicoba lebih dulu sebelum memutuskan membeli.

Baca juga