WARDOGS Early Access: Jam Rilis, Harga, dan Fitur Utama
ngabquest — Oke, gue butuh napas dulu. WARDOGS Early Access akhirnya buka pintu pada 10 September 2026, dan dalam hitungan jam gamenya sudah tembus satu juta kopi terjual. Angka itu gila buat studio sekelas BULKHEAD. Namun di saat yang sama, ratusan ribu orang cuma bisa melototin layar antrean login sambil ngitung nomor urut. It’s so over dan we are so back dalam satu malam yang sama, no cap.
Gue sudah sempat main beberapa match begitu gerbangnya kebuka, dan jujur aja: gamenya memang sebagus itu. Masalahnya, lo harus lolos dulu dari salah satu peluncuran paling berantakan tahun ini. Jadi mari kita bedah dua-duanya, mulai dari euforianya sampai kekacauannya.

ngabquest ~ WARDOGS Gameplay
WARDOGS Early Access meledak di hari pertama
WARDOGS masuk Steam Early Access seharga $39,99, lalu langsung nangkring di posisi nomor satu daftar best-seller Steam. Penjualannya menembus 1.000.000 kopi hanya beberapa jam setelah server dibuka.
Angka concurrent-nya juga liar. SteamDB mencatat puncak sekitar 337.157 pemain, meskipun sebagian besar di antaranya sebenarnya cuma berhasil membuka client tanpa pernah masuk ke match. Dengan kata lain, angka tersebut lebih menggambarkan hype ketimbang jumlah orang yang beneran main.
CEO BULKHEAD Joe Brammer merespons pencapaian itu dengan nada yang menurut gue sehat banget. Intinya, timnya sengaja menghabiskan beberapa bulan terakhir menjelaskan apa yang WARDOGS bisa dan tidak bisa lakukan. Mereka bahkan pernah merilis daftar sepuluh alasan untuk tidak membeli gamenya. Karena itu, menembus sejuta pembeli terasa jauh lebih berarti buat mereka dibanding hype buta.
Trailer peluncurannya pun manis. Berjudul “Play Like You Used To”, trailer tersebut secara terang-terangan memberi hormat pada trailer legendaris Halo 3, lengkap dengan semangat nostalgia era multiplayer yang sosial dan tak terduga. Buat gue pribadi, itu langsung memicu perasaan aneh di dada. My beloved.
Antrean login berubah jadi bencana
Nah, sekarang bagian pahitnya. Begitu server dibuka, sistem antrean langsung kolaps. Banyak pemain melaporkan nomor urut di atas 200.000, dan sebagian bahkan menunjukkan lebih dari 300.000 orang mengantre di depan mereka.
Lebih menyakitkan lagi, antrean itu tidak selalu berujung manis. Sejumlah pemain menunggu 40 menit hingga beberapa jam, lalu gamenya crash dan mereka harus mengulang seluruh proses dari nol. Ada pula yang kena error code 1147405308, yang pada dasarnya cuma cara sopan untuk bilang bahwa servernya sedang tidak bekerja.
Menurut penjelasan BULKHEAD, akar masalahnya bukan semata sistem antrean yang rusak. Joe Brammer menyebut WARDOGS tidak mendapat perlakuan rate limit seperti yang biasa diberikan kepada game AAA, sehingga timnya harus berkoordinasi dengan Valve untuk menaikkan batas tersebut.
Akhirnya, Launch Stability Hotfix #1 diturunkan sekitar pukul 20.30 UTC. Update itu memaksa semua pemain menutup game, mengunduh client baru, lalu kembali ke antrean. Setelah itu, pemain dimasukkan secara bertahap dalam gelombang terkendali. Sekitar pukul 23.00 UTC, 135.000 orang sudah berhasil lolos, dan menjelang tengah malam UTC pihak developer menyatakan masalah antrean telah mereda.
Skor Steam anjlok, lalu perlahan pulih
Efeknya ke reputasi jelas terasa. Halaman Steam WARDOGS sempat dibanjiri ulasan negatif sampai rating penggunanya jatuh ke status “Mixed” dengan hanya 57 persen ulasan positif.
Menariknya, angka tersebut berangsur naik seiring server distabilkan. Sejauh pantauan NgabQuest, rating penggunanya kini berada di kisaran 68 persen positif dari hampir 14.000 ulasan, meski statusnya masih bertahan di “Mixed”.
Selain antrean, ada beberapa keluhan lain yang ikut memperburuk suasana. Sejumlah pemain dilaporkan terkena ban tanpa alasan jelas, dan BULKHEAD sudah mengakui adanya incorrect bans tersebut sambil berjanji segera membereskannya. Pengguna Steam Deck dan Linux juga kecewa berat, sebab build Early Access ternyata tidak lagi jalan lewat Proton padahal di beta sebelumnya aman-aman saja.
Di sisi lain, sebagian komunitas justru membela. Banyak pemain beta lama menulis ulasan positif sambil meminta orang lain tidak menghantam gamenya terlalu keras, terutama karena servernya dilaporkan menerima serangan bersamaan dengan peluncuran. Reaksi terbelah semacam ini memang khas peluncuran besar, tapi tetap saja bikin tegang.
Gameplay-nya tetap bikin nagih
Begitu berhasil masuk, semua keluhan tadi langsung terasa jauh. Format tiga tim dengan seratus pemain di peta 256 km² menghadirkan kekacauan yang benar-benar punya struktur.
Control Zone berukuran 2×2 km diacak tiap match, sementara hot zone berpindah-pindah dan menghitung satu prajurit sebagai dua orang. Untuk menarik hot zone ke posisi lo, tim harus menguasai menara-menara yang masing-masing menyimpan satu digit kode. Jadi ada lapisan spionase kecil di tengah perang terbuka, dan gue suka banget konsep itu.
Detail-detail kecilnya pun terasa dipikirkan. Health lo tidak regen, sehingga perban jadi barang wajib. Siapa pun bisa membangunkan rekan yang jatuh, bahkan cuma dengan tangan kosong kalau tidak punya kit, dan tubuh yang tumbang bisa diseret ke tempat aman. Defibrillator juga ada buat squad yang lebih siap.
Yang paling absurd, lo bisa emote angkat tangan sambil menaruh senjata di tanah. Karena local voice chat terdengar oleh ketiga tim, momen menyerah itu bisa berubah jadi negosiasi beneran, atau duel konyol yang berakhir dengan dua-duanya ketawa. Gunplay-nya sendiri terasa di antara PUBG dan Battlefield, cenderung metodis, tanpa slide atau gerakan akrobatik ala Call of Duty.
Ekonomi cash: tiap respawn keluar duit
Bagian inilah yang bikin WARDOGS terasa berbeda. Setiap pemain memulai dengan $10.000, lalu membeli senjata, armor, utility, sampai kendaraan setiap kali respawn.
Contohnya begini. Untuk membuka AK, lo perlu mencapai level tertentu sekaligus membayar sekitar 10 ribu. Setelah terbuka, harga belinya turun drastis ke kisaran 1.600 per respawn. Satu loadout lengkap dengan magazine, amunisi, helm, rompi taktis, ransel, parasut, perban, dan satu IED biasanya menghabiskan sekitar 5.750.
Sementara itu, mainan besar harganya bikin mata melotot. Tank baru bisa dibuka setelah lo mencapai level tertentu dan menyetor sekitar 250 ribu. Attack helicopter bahkan lebih jarang lagi kelihatan di lapangan, sebab biayanya benar-benar menyiksa dompet.
Karena saldonya persisten antar-match, tiap keputusan terasa punya konsekuensi jangka panjang. Untungnya, cara mengumpulkannya sangat berpihak pada kerja tim. Revive teman menghasilkan uang, mengantar squad ke zona menghasilkan uang, dan menguasai objektif juga menghasilkan uang. Bahkan menandai musuh lewat teropong ikut memberi imbalan, jadi peran spotter tidak sia-sia.
FOB dan base building masih jadi bintangnya
Kalau ada satu alasan buat bertahan melewati antrean, jawabannya sistem Forward Operating Base. Begitu FOB diturunkan, squad lo bisa membangun benteng utuh di tengah pertempuran.
Sistemnya bertingkat lewat “hammer”. Pertama, hammer kecil untuk karung pasir, barikade, dan kawat berduri. Berikutnya, hammer sedang membuka tembok HESCO, gerbang, serta pertahanan pangkalan. Terakhir, hammer besar menghadirkan mainan serius seperti mortir, drill rig, CIWS anti-air manual, sampai peluncur rudal darat-ke-udara. Total ada empat halaman penuh benda yang bisa dibangun.
Yang bikin gue ketawa, tidak semua buildable-nya serius. Menara pengawas bisa dipasangi loudspeaker yang suaranya terdengar semua orang di sekitar, dan lo juga bisa menaruh radio dengan pilihan genre mulai post-punk, rap, sampai electronic chill. Bayangkan baku tembak berlangsung sambil satu pihak memutar musik santai dari markasnya.
Bahan bangunannya terbatas, sehingga logistik berubah jadi permainan tersendiri. Rekan setim harus mengangkut krat suplai memakai mobil atau helikopter, dan konvoi pengantar amunisi itu jadi salah satu pemandangan paling sinematik di game ini. Perlu diingat juga bahwa semua yang lo bangun bisa dihancurkan lagi memakai roket, C4, tank, maupun artileri.
Masalah teknis dan cara mengatasinya
Selain urusan server, ada beberapa bug teknis yang cukup mengganggu. Yang paling parah adalah konflik antara Easy Anti-Cheat dan proses kernel bernama inpoutx64.sys, karena efeknya bukan cuma game crash, melainkan PC ikut restart total. Masalah tersebut mulai marak setelah update keamanan Windows KB5121003 pada 12 Agustus 2026.
Solusinya cukup sederhana. Buka Command Prompt sebagai administrator, ketik sc stop inpoutx64, lanjutkan dengan sc config inpoutx64 start= disabled, lalu reboot PC lo. File-nya tidak dihapus, cuma dinonaktifkan, sehingga bisa diaktifkan lagi kapan saja lewat sc start inpoutx64.
Untuk keluhan lain, berikut urutan penanganan yang paling sering berhasil:
- Verify integrity of game files lewat properties WARDOGS di Steam
- Jalankan Steam sebagai administrator supaya EAC bisa inisialisasi dengan benar
- Update driver GPU ke versi Game Ready terbaru dari NVIDIA atau AMD
- Matikan overlay Discord, Steam, dan GeForce Experience sebelum launching
- Tambahkan folder EasyAntiCheat ke pengecualian firewall serta antivirus
- Layar hitam biasanya sembuh dengan launch option
-windowedatau-borderless - Crash di tengah match umumnya masalah VRAM, jadi turunkan kualitas tekstur
Kalau EAC-nya tetap rewel, jalankan EasyAntiCheat_Setup.exe sebagai administrator lalu pilih Repair. Opsi terakhirnya, hapus folder EasyAntiCheat di Program Files (x86) dan biarkan Steam memasang ulang lewat verifikasi file.
Harga, GeForce NOW, dan rilis konsol 2028
Model harganya tetap bertahap seperti janji awal. Saat ini $39,99, lalu naik ke $49,99 dan akhirnya $59,99 seiring fitur meta-game dan konten penuh masuk. Supporter Edition dibanderol $49,99 dengan isi kosmetik, tanpa keunggulan kompetitif apa pun.
Buat lo yang PC-nya pas-pasan, ada kabar bagus. WARDOGS tersedia di GeForce NOW sejak hari peluncuran, jadi lo bisa streaming tanpa download dan tanpa hardware kelas atas. Meskipun demikian, koneksi internet yang stabil tetap wajib, sebab shooter taktis semacam ini sangat sensitif terhadap latensi.
Sementara itu, pemain konsol masih harus sabar. BULKHEAD mengonfirmasi versi PS5 dan Xbox Series X|S baru akan tiba pada 2028, meski wishlist sudah bisa dilakukan sekarang. Pengguna Linux dan Steam Deck juga belum beruntung, karena modul EAC untuk Linux belum diaktifkan.
Soal monetisasi, komitmennya tidak berubah. Tidak ada battle pass, tidak ada microtransaction, dan in-game cash maupun gold bars tidak dijual. Camo tetap harus diraih lewat skill.
Beli sekarang atau tunggu servernya adem?
Kalau lo kangen shooter yang menghargai koordinasi, logistik, dan keputusan bodoh yang mahal, WARDOGS jelas layak dicoba. Sistem FOB-nya terasa seperti game terpisah di dalam game, sementara ekonomi cash-nya membuat momen kecil punya bobot besar.
Di sisi lain, kalau lo benci drama hari pertama, menunggu satu atau dua minggu adalah pilihan paling waras. Servernya memang sudah jauh lebih stabil dibanding malam peluncuran, namun bug EAC dan absennya dukungan Linux masih menunggu perbaikan. Harganya akan naik, tapi gamenya juga bakal jauh lebih matang. Pilih racun lo sendiri.
