Cara Main (Pemula)

Review Persona 3 Reload: Remake JRPG Terbaik Atlus

Oleh 7 menit baca
Key art Persona 3 Reload menampilkan protagonis Makoto Yuki

ngabquestAda satu kategori game yang bikin aku susah objektif: game yang temanya kematian, tapi dibungkus pakai UI paling stylish di industri. Dan di situlah Persona 3 Reload duduk dengan tenang sambil ngunyah popcorn. Ini remake dari game PS2 tahun 2006 yang literally nyelametin Atlus dari kebangkrutan, dibangun ulang dari nol, dan sekarang — setelah mampir ke Switch 2 pada Oktober 2025 — akhirnya bisa kamu bawa ke kasur buat nangis dengan nyaman. We are so back, tapi versi sedih.

Aku bakal blak-blakan dari awal: Persona 3 Reload bukan game yang “menyenangkan” dalam arti biasa. Dia indah, dia brutal, dan dia bakal ngajak kamu ngobrolin kematian selama 60 jam lebih sambil muterin lagu jazz-rap yang nempel di kepala berminggu-minggu. Kalau kamu masuk ke sini ngarepin JRPG ceria, it’s so over. Kalau kamu siap ditampar secara emosional, welcome home.

Premis yang Nggak Pernah Berhenti Bikin Merinding

Suasana Dark Hour di Persona 3 Reload

Ceritanya simpel di permukaan. Kamu jadi murid pindahan yang datang ke Tatsumi Port Island dan langsung nyemplung ke fenomena bernama Dark Hour — satu jam rahasia setelah tengah malam ketika manusia biasa berubah jadi peti mati dan monster bernama Shadow berkeliaran nyari mangsa. Kamu termasuk segelintir orang yang tetap sadar. Selamat, kamu spesial, dan itu bukan kabar baik.

Beberapa hari kemudian, kamu ketahuan punya kemampuan manggil Persona dan langsung dipaksa gabung ke SEES, klub ekstrakurikuler yang isinya anak SMA, satu robot, satu anjing, dan satu anak kecil. Tugas mereka: manjat menara raksasa yang muncul menggantikan sekolah tiap Dark Hour, sambil ngelawan Shadow bulan purnama tiap bulan.

Yang bikin premis ini nempel bukan struktur “lawan boss tiap bulan”-nya, tapi caranya mengikat gameplay ke kalender. Kamu tahu persis berapa hari yang tersisa. Kamu tahu deadline-nya. Dan Persona 3 nggak pernah lupa ngingetin kamu soal itu.

Evoker: Adegan yang Nggak Pernah Jadi Normal

Karakter Persona 3 Reload memanggil Persona menggunakan Evoker

Oke, kita harus ngomongin ini. Cara karakter di Persona 3 manggil Persona adalah dengan nempelin benda mirip pistol — namanya “Evoker” — ke pelipis, lalu menarik pelatuknya. Setiap. Kali. Bertarung.

Aku nggak akan pura-pura ini cuma kuirk desain lucu. Dua puluh tahun setelah rilis pertamanya, adegan ini justru kerasa makin berat, bukan makin ringan. Tapi justru di situ letak kejeniusannya: Persona 3 pakai gestur itu sebagai metafora tentang menghadapi kematian buat bisa hidup. Nggak ada game lain yang berani naruh simbol setegas ini di tengah loop gameplay-nya. Peak design, meski aku tiap kali tetap nahan napas.

Buat yang sensitif dengan tema semacam ini, game-nya sendiri sudah ngasih peringatan di awal. Hargai peringatan itu.

Combat: 1 More, All-Out Attack, dan Theurgy yang Bikin Boss Nangis

All-Out Attack dalam pertarungan Persona 3 Reload

Pertarungannya turn-based dan giliran ditentukan stat Agility, jadi urutannya bisa dibaca. Intinya: cari kelemahan musuh — tiga jenis serangan fisik plus elemen klasik Shin Megami Tensei — dan begitu kena, kamu dapat giliran tambahan lewat sistem “1 More”. Kalau semua musuh tumbang, seluruh tim menghajar bareng lewat All-Out Attack, dan biasanya pertarungan langsung selesai di situ.

Reload nambahin satu hal yang jadi favoritku: Theurgy. Ini jurus pamungkas per karakter dengan meter yang naik lewat cara berbeda-beda. Yukari isi meternya dengan nyembuhin teman, karakter lain punya syarat masing-masing. Jadi bukan sekadar tombol “menang”, tapi dorongan buat main sesuai identitas tiap anggota tim. Selain itu, banyak Theurgy yang nembus resistensi musuh, jadi simpan buat boss.

Buff dan debuff juga beneran penting di sini, bukan pelengkap. Nekat nyerang tanpa naikin attack dan nurunin defense musuh? Siap-siap ngulang dari save terakhir.

Tartarus, My Beloved Nemesis

Eksplorasi dungeon Tartarus di Persona 3 Reload

Sekarang bagian yang bikin fandom berdebat sampai sekarang. Sekitar 95 persen pertarungan di game ini terjadi di Tartarus, menara ratusan lantai yang di-generate acak. Reload sudah memperbaiki banyak hal: lantainya punya tema visual berbeda, gerakannya lebih cepat, dan sistem kelelahan yang dulu maksa kamu pulang cepat sudah dihapus.

Meskipun begitu, jujur saja, Tartarus tetap panjang. Setelah beberapa jam, monoton itu balik lagi. Dungeon bulan purnama memang pendek dan padat, tapi porsinya kecil. Jadi kalau kamu tipe yang gampang bosan sama dungeon repetitif, ini bakal jadi ganjalan utama kamu, dan itu valid.

Saranku: jangan grinding tanpa alasan. Naik satu atau dua kali sebulan sudah cukup, dan pastikan kamu nyampe “border floor” sebelum bulan berganti.

Social Link: Manajemen Waktu Paling Brutal di JRPG

Velvet Room dan fusion Persona di Persona 3 Reload

Di luar Tartarus, kamu hidup sebagai anak SMA biasa. Kamu punya waktu siang dan malam, dan tiap slot cuma bisa dipakai sekali. Mau nongkrong bareng teman buat naikin Social Link? Kerja part-time buat duit? Belajar di perpustakaan biar nilai ujian nggak jeblok? Pilih salah satu, dan hidup dengan konsekuensinya.

Social Link bukan cuma konten cerita. Setiap link mempercepat pertumbuhan Persona dari arcana yang sama saat kamu fusion di Velvet Room. Karena itu, membangunnya adalah keputusan strategis, bukan sekadar romantis.

Catatan penting: Persona 3 adalah satu-satunya dari trilogi modern yang Social Link-nya bisa “reverse” alias rusak kalau kamu salah langkah. Untungnya Reload nambahin fitur rewind, jadi kamu bisa mundur beberapa dialog tanpa reload save. Selain itu, kamu sekarang bisa memilih hubungan platonis dengan karakter perempuan — fitur yang seharusnya ada dari dulu.

Tiga stat sosialnya cuma Courage, Charm, dan Academics. Academics paling lama dimaksimalin, jadi mulai nyicil dari awal.

Tips Cepat Buat Kamu yang Baru Masuk Gekkoukan

Karena game ini nggak ramah sama pemain yang asal jalan, ini beberapa hal yang bakal aku bisikin ke diriku sendiri di jam pertama:

  • Lindungi protagonis. Kalau karakter utama tumbang, pertarungan langsung berakhir. Di Tartarus artinya kamu balik ke awal kunjungan. Pakai Guard kalau musuh lagi ancang-ancang serangan besar.
  • Bangun tim seimbang. Kamu cuma bisa bawa 12 Persona, jadi isi slotnya dengan elemen yang berbeda-beda, bukan yang levelnya paling tinggi.
  • Jadikan Orpheus pisau Swiss. Di awal game, tempelin Skill Card beragam elemen ke Persona pertamamu supaya kamu punya jawaban buat semua kelemahan musuh.
  • Hemat SP. Duit susah dicari, item SP lebih susah lagi. Heal pakai item HP, dan pulang begitu SP menipis.
  • Di Shuffle Time, ambil EXP atau kartu Arcana. Item dan uang bakal datang sendiri dari pertarungan biasa.
  • Hancurin semua benda kecil di Tartarus. Isinya item healing, barang buat dijual, sampai Twilight Fragment.
  • Lakuin bonding event sama anggota tim. Tiga kali interaksi bikin mereka dapat kemampuan baru di pertarungan.

Versi Switch 2: Akhirnya Bisa Dibawa ke Kasur

Persona 3 Reload versi Nintendo Switch 2

Port Switch 2-nya jadi cara terbaik buat main Persona 3 di perangkat Nintendo, dan itu bukan pujian setengah hati. Desain Shadow-nya tampil jauh lebih detail dibanding rilis portabel sebelumnya, dan performanya stabil baik saat didock maupun handheld. Karena game ini banyak diisi sesi kalender dan dialog, main sambil rebahan terasa jauh lebih pas dibanding duduk tegak di depan TV.

Soal audio, soundtrack-nya jelas salah satu yang terbaik di seri ini, apalagi dengan aransemen ulang di Reload. Pergantian seluruh pengisi suara utama sempat jadi kontroversi, tapi hasil akhirnya solid — Junpei khususnya jauh lebih enak diajak jalan sekarang, no cap.

Yang Hilang dan Layak Disesali

Anggota S.E.E.S. dalam Persona 3 Reload

Dua hal yang paling sering dikeluhkan, dan dua-duanya sah. Pertama, nggak ada opsi protagonis perempuan seperti di Persona 3 Portable. Secara teknis masuk akal — jalur Social Link-nya berbeda total dan praktis butuh game kedua — tapi tetap terasa kosong. Kedua, konten FES alias “The Answer” nggak hadir di paket dasar dan baru datang belakangan lewat expansion.

Selain itu, anggota tim di paruh awal masih kurang tergali. Reload sudah nambahin event tambahan buat karakter cowok yang dulu nggak punya Social Link, dan itu membantu. Tapi selama sepuluh jam pertama, kamu mungkin bakal merasa belum kenal siapa-siapa selain Junpei dan kelakuan nyeleneh-nya.

Jadi, Worth It Nggak?

Angkanya sendiri sudah ngomong: game ini nangkring di skor rata-rata kritikus sekitar 89, terjual satu juta kopi dalam seminggu pertama, dan jadi peluncuran tercepat dalam sejarah Atlus. Tapi angka bukan alasan utama aku ngerekomendasiin ini.

Alasannya adalah caranya memperlakukan waktu. Persona 3 Reload ngasih kamu kalender terbatas, teman-teman yang nggak akan selamanya ada, dan pertanyaan yang nggak pernah benar-benar dijawab sampai kredit bergulir. Combat-nya tajam, gayanya nggak ada lawan, soundtrack-nya kelewat bagus buat ukuran game tentang kematian. Tartarus tetap jadi PR, dan konten yang dipangkas tetap bikin gemas.

Tapi kalau kamu belum pernah nyicipin JRPG yang berani se-melankolis ini, sekarang waktunya. Bawa tisu. Aku serius.

Baca juga