Build & Strategi

War of Genesis: Idle Loot: Panduan Kelas dan Tips Awal

Oleh 5 menit baca

ngabquestGame idle biasanya gampang dilupakan. Namun, War of Genesis: Idle Loot garapan New Normal Soft Inc. justru sulit ditinggal. Game ini resmi masuk Early Access di Steam pada 10 September 2026. Bedanya jelas terasa sejak awal: karakter 3D-mu bertarung transparan di pojok desktop, tanpa jendela game penuh. Kamu tidak perlu menyentuh kontrol apa pun. Karakter tetap ngefarming sambil kamu kerja, nonton, atau bahkan tidur.

Konsepnya sederhana. Biarkan game menyala, hero-mu menaklukkan stage demi stage, dan loot pun berjatuhan otomatis. Selain itu, ada satu hal yang membuat game ini beda dari idle game kebanyakan: item hasil farming bisa dijual langsung di Steam Community Market. Uang hasil penjualan masuk ke Steam Wallet-mu. Jadi, ada ekonomi nyata yang berjalan di balik layar, bukan sekadar angka di dalam game.

ngabquest ~ War of Genesis: Idle Loot Gameplay

Pilih Kelas dengan Tepat Sejak Awal

Progres di War of Genesis: Idle Loot sangat bergantung pada satu karakter utama. Karena itu, memilih kelas yang salah bisa memperlambat perjalananmu jauh lebih lama dari yang kamu kira. Berdasarkan tier list komunitas, ada tiga kelas besar: Knight, Wizard, dan Ranger.

Knight menempati posisi S-tier. Karakter seperti Black Prince punya elemental damage tinggi meski bukan wizard. Kebanyakan karakter Knight juga membawa damage petir yang efektif menyapu banyak musuh sekaligus. Alhasil, Knight jadi pilihan paling aman untuk investasi resource di awal permainan.

Wizard berada di A-tier. Kelas ini kurang tangguh dibanding Knight dari sisi pertahanan. Meski begitu, damage elemental-nya beragam dan mayoritas skill-nya menyerang area luas. Cukup perbaiki sedikit pertahanannya, dan Wizard bisa berubah jadi mesin damage yang serius.

Ranger sayangnya masih B-tier. Animasi dan gaya visualnya memang paling menarik di antara ketiganya. Sayangnya, performa di lapangan belum sebanding. Dari segi jangkauan, Ranger memang unggul. Namun, soal damage ia kalah dari Wizard, dan soal ketahanan ia jauh di bawah Knight. Karena itu, pemain baru sebaiknya menahan diri dulu sebelum berinvestasi besar ke kelas ini.

Tiga Hal Wajib di Hari Pertama

Banyak pemain baru terjebak overthinking soal statistik sejak menit pertama. Padahal, cukup fokus pada tiga hal: pastikan stage berjalan, pakai semua gear yang jatuh, dan gabungkan item sesama grade lewat Equipment Forge.

Equipment Forge memiliki dua tab utama, yaitu Combine dan Dismantle. Ada pula tombol Auto Register agar kamu tidak perlu klik satu per satu. Aturannya jelas: item dengan grade sama bisa digabung menjadi grade berikutnya, hingga mencapai Tier 6. Namun, persentase keberhasilan combine belum diumumkan resmi oleh developer. Karena itu, abaikan klaim angka pasti dari sumber mana pun yang belum terverifikasi.

Satu langkah penting lain adalah bergabung dengan Alliance secepat mungkin. Langkah ini membuka akses ke Alliance Raid, konten multiplayer di mana kamu dan anggota alliance menghajar boss besar bersama-sama. Total damage dari seratus anggota teratas nantinya menentukan posisi alliance-mu di ranking.

Strategi Push Stage Sesuai Fase Progres

Setiap fase permainan membutuhkan prioritas stat yang berbeda. Di stage awal, raw attack power jadi kunci utama untuk membabat trash mob secepat mungkin. Movement speed juga membantu memangkas jeda antar gerombolan musuh.

Memasuki fase tengah, critical hit chance dan sustain mulai lebih penting. Pasalnya, HP musuh mulai menggembung signifikan di fase ini. Kombinasi burst damage dan kemampuan bertahan jadi kunci supaya kamu tidak kehabisan napas di tengah pertarungan.

Di late game, situasinya berubah lagi. Boss-boss besar memiliki armor tebal, sehingga armor penetration menjadi wajib. Evasion pun perlu diperhatikan untuk menghindari mekanik one-shot yang mematikan.

Satu tips praktis yang sering terlewat: jangan biarkan karaktermu terjebak melawan boss dengan peluang menang hanya 50 persen. Mundur satu stage ke area dengan win rate 100 persen justru lebih efisien, terutama saat kamu ingin membiarkan game berjalan semalaman tanpa gangguan.

Manfaatkan Ekonomi Player-to-Player

Salah satu keunikan War of Genesis: Idle Loot terletak pada sistem trading yang dirancang serius sejak awal. Developer memilih jalur Early Access justru untuk menguji keseimbangan ekonomi bersama komunitas, bukan sekadar internal testing biasa. Karena itu, menimbun semua loot untuk diri sendiri sebenarnya mengabaikan salah satu pilar utama game ini.

Item mid-tier yang terlihat biasa saja bisa menjadi modal berharga. Kamu bisa menukarnya menjadi gear spesifik yang benar-benar dibutuhkan untuk menembus stage yang mentok. Soal biaya, kabar baiknya game ini tetap gratis dimainkan. Meski ada opsi in-app purchase berupa pass berbayar untuk mempercepat progres, developer belum mengumumkan detail harga resminya. Alhasil, jalur F2P masih sangat layak dijalani, hanya saja dengan kecepatan yang sedikit lebih pelan.

Yang Perlu Kamu Ingat Sebelum Mulai Ngefarming

War of Genesis: Idle Loot tidak menuntut perhatian penuh sepanjang waktu. Namun, setiap kali kamu mengintip untuk regear atau combine item, sensasinya tetap terasa memuaskan. Perlu dicatat, game ini saat ini hanya tersedia untuk Windows dengan spesifikasi minimum Windows 10 64-bit dan RAM 4GB. Status dukungan Steam Deck sendiri masih belum jelas, sehingga PC desktop tetap jadi platform utama untuk saat ini.

Bagi pemain yang merindukan sensasi buka game, cek progres, ambil loot, lalu tutup lagi tanpa harus duduk berjam-jam di depan layar, game ini layak dicoba. Selamat menjajal, Commander — semoga Equipment Forge-mu selalu berpihak padamu.

Baca juga