Review Game Lama

Wonders of O, Sekuel Lies of P Terungkap Lewat Trademark

Oleh 7 menit baca

ngabquestOke, gue harus jujur dulu: pas lihat kabar ini lewat di timeline, gue literally shaking. Setelah bertahun-tahun cuma dikasih remah-remah soal sekuel Lies of P, akhirnya ada sesuatu yang konkret. Bukan trailer, bukan teaser di panggung showcase, melainkan sebuah dokumen trademark yang kering dan membosankan. Namun justru dokumen membosankan itulah yang bikin satu komunitas Soulslike teriak “we are so back” secara berjamaah.

Nama yang muncul adalah Wonders of O. Dan kalau lo sudah menamatkan Lies of P sampai post-credit, lo pasti langsung paham kenapa huruf “O” itu bikin merinding.

Neowiz Diam-Diam Daftarin Trademark Wonders of O

Jadi begini ceritanya. Sekitar tanggal 9–10 September 2026 (laporan yang beredar sedikit beda soal tanggal pastinya), Neowiz mengajukan trademark bernama Wonders of O ke European Union Intellectual Property Office alias EUIPO. Temuan ini pertama kali ramai dibahas oleh pengguna Reddit dan akun pemburu trademark, lalu menyebar ke mana-mana dalam hitungan jam.

Isi dokumennya? Tipis banget, seperti trademark pada umumnya. Meski begitu, ada beberapa detail yang menarik:

  • Trademark ini masuk kelas Nice 9 (software game) dan kelas 41 (layanan hiburan), kombinasi yang sama persis dengan trademark Lies of P yang didaftarkan pada 2022.
  • Ada label “virtual reality game software” di dalamnya. Tenang, itu bukan berarti game-nya VR. Frasa tersebut adalah bahasa hukum standar yang dipakai di ratusan pendaftaran game biasa.
  • Waktunya cuma sekitar seminggu sebelum Tokyo Game Show 2026. Kebetulan? Mungkin. Mencurigakan? Jelas.

Selain itu, perlu dicatat bahwa sampai artikel ini ditulis, baik Neowiz maupun studio pengembangnya belum memberikan konfirmasi resmi apa pun. Jadi semua yang kita bahas di sini masih berstatus “sangat masuk akal”, bukan “pasti”.

Oh, dan satu lagi buat netizen yang iseng: bukan, Wonders of O hampir pasti bukan adaptasi novel dewasa klasik asal Prancis yang judulnya mirip-mirip itu. Internet, please. Fokus.

Kenapa “O” Hampir Pasti Berarti Oz?

Peringatan spoiler untuk ending Lies of P. Kalau lo belum tamat, skip bagian ini dulu, serius.

Masih di sini? Oke. Di adegan post-credit Lies of P, Giangio, tamu Hotel Krat yang selama ini tampil sebagai mantan alkemis yang lemah dan memelas, ternyata adalah sosok licik bernama Philippus Paracelsus. Dia sedang meninggalkan Krat sambil menelepon seorang wanita misterius. Dalam percakapan itu, Paracelsus menyebut bahwa suatu hari dia akan kembali untuk mencari seseorang bernama Dorothy, yang dia anggap sebagai “kunci” berikutnya.

Kemudian kamera pindah ke atap-atap Krat, memperlihatkan seseorang yang mengetukkan tumit sepatunya tiga kali. Ya, itu referensi sepatu merah Dorothy dari The Wizard of Oz. Pertama kali gue lihat adegan itu, gue langsung teriak ke layar. No cap.

Sekarang coba perhatikan pola judulnya:

  • Lies of P → P untuk Pinocchio.
  • Wonders of O → O untuk… Oz.

Tiga kata, satu huruf yang memikul seluruh beban lore. Polanya identik. Lebih lanjut lagi, nama Paracelsus sendiri punya kaitan dengan salah satu karakter di seri buku Oz karya L. Frank Baum, jadi petunjuknya sebenarnya sudah ditanam sejak awal.

Ada juga alasan praktis. Tim pengembang dulu memilih Pinocchio karya Carlo Collodi karena ceritanya sudah masuk domain publik, sehingga mereka bebas menafsirkan ulang. The Wonderful Wizard of Oz terbit tahun 1900 dan juga berstatus domain publik. Dengan kata lain, Oz adalah pilihan yang sangat logis untuk diobrak-abrik jadi mimpi buruk bergaya Soulslike.

Status Sekuel Lies of P Sejauh Ini

Sebenarnya, keberadaan sekuel ini bukan rahasia. Neowiz sudah mengonfirmasi bahwa sekuel sedang dikerjakan sejak November 2023, cuma beberapa bulan setelah game pertama rilis. Kemudian, dalam laporan keuangan kuartal pertama 2026, Neowiz menyebut proyek tersebut sudah masuk tahap pengembangan skala penuh, bukan lagi sekadar prototipe.

Di sisi lain, ada perubahan identitas di balik layar. Round8 Studio, tim yang menggarap Lies of P, resmi berganti nama menjadi Nough pada Agustus 2026. Namanya diambil dari gabungan kata “not enough”, semacam pengingat bahwa mereka belum puas. Sang director, Choi Ji-won, bahkan terang-terangan bilang ambisinya adalah membuat game aksi terbaik di dunia. Big talk? Iya. Tapi setelah Overture, gue mau percaya.

Sementara itu, perlu diingat bahwa Neowiz juga punya beberapa proyek lain yang sedang berjalan, termasuk game horor sci-fi dan satu proyek Soulslike lain. Jadi jangan kaget kalau pengumumannya masih butuh waktu.

Recap: Kenapa Lies of P Bikin Gue Down Bad

Buat yang belum kenal, Lies of P adalah action RPG Soulslike rilisan September 2023 buatan Neowiz. Game ini menceritakan ulang kisah Pinocchio dalam versi yang jauh lebih kelam. Lo berperan sebagai P, boneka buatan Geppetto yang terbangun di kota Krat, kota bergaya Belle Époque yang dulunya makmur berkat industri boneka mekanis. Sayangnya, kota itu kini hancur karena wabah penyakit membatu dan fenomena “Frenzy” yang membuat para boneka berubah jadi pembunuh.

Dan astaga, Krat itu cantik banget. Jalanan berbatu, lampu gas, katedral megah, semua dibalut atmosfer muram yang bikin gue betah nyasar walaupun tiap sudut ada yang mau bunuh gue.

Sistem Tempur yang Bikin Nagih

Yang bikin gue benar-benar jatuh cinta adalah sistem senjatanya. Hampir setiap senjata terdiri dari bilah dan gagang yang bisa dibongkar-pasang. Mau pasang bilah pedang besar di gagang tombak? Silakan. Kombinasi ini memengaruhi skill spesial bernama Fable Arts, sehingga eksperimen build terasa sangat seru.

Selain itu, ada Legion Arm, lengan mekanis P yang bisa dipasangi berbagai alat, mulai dari pengait sampai penyembur api. Lalu ada mekanik parry yang, jujur saja, adalah my beloved. Parry yang pas bukan cuma bikin musuh goyah, tapi juga merusak senjata mereka. Rasanya luar biasa puas.

Tak ketinggalan, ada sistem bohong atau jujur. Di momen-momen tertentu, lo harus memilih antara mengatakan kebenaran atau berbohong. Pilihan ini memengaruhi alur cerita sampingan dan bahkan ending yang lo dapat. Untuk sebuah boneka yang katanya tidak bisa berbohong, ini adalah twist tematik yang cerdas.

Tapi Nggak Sempurna, Kok

Meskipun gue bucin berat, gue tetap harus objektif. Lies of P punya beberapa kekurangan yang cukup sering disorot kritikus:

  • Terlalu mirip Bloodborne. Banyak yang merasa game ini terlalu dekat dengan karya FromSoftware, sampai terasa kurang punya identitas sendiri di beberapa bagian.
  • Level design yang terasa seperti set panggung. Ada kritik bahwa area-areanya indah dari luar, tetapi kurang hidup kalau dijelajahi lebih dalam. Aset yang dipakai berulang juga sempat disorot.
  • Cerita baru benar-benar menggigit di babak akhir. Sebelum itu, alurnya bisa terasa samar.
  • Lonjakan tingkat kesulitan yang tidak konsisten. Beberapa bos terasa brutal secara tiba-tiba. Gue masih trauma sama beberapa di antaranya. It’s so over, pikir gue waktu itu.

Angka Tidak Bohong

Terlepas dari kritik tersebut, penerimaan Lies of P tetap solid. Skor Metacritic-nya berada di kisaran 80–85 tergantung platform, dan 88% kritikus di OpenCritic merekomendasikannya. Game Informer bahkan memberinya 9.5/10, IGN memberi 8/10, sementara Eurogamer lebih pelit dengan 3/5.

Secara komersial, game ini sudah terjual lebih dari 4 juta unit per Maret 2026. Kemudian DLC prekuel Overture yang rilis Juni 2025 diterima dengan sangat baik dan memenangkan kategori Best Game Expansion di Golden Joystick Awards 2025. Terakhir, versi Nintendo Switch 2 baru saja meluncur pada 6 Agustus 2026.

Harapan Kami untuk Wonders of O

Karena belum ada info resmi, anggap bagian ini sebagai wishlist penuh halu dari tim NgabQuest:

  1. Dorothy sebagai protagonis yang playable. Bayangkan gaya bertarung dengan tumit sepatu mekanis yang bisa melakukan teleport jarak pendek. Please, Nough, gue mohon.
  2. Versi horor dari Scarecrow, Tin Man, dan Cowardly Lion. Tin Man sebagai boneka mesin yang mencari “hati” sangat nyambung dengan tema Lies of P tentang jantung dan kemanusiaan.
  3. Encounter biasa yang lebih variatif. Bos-bos di Overture sudah dipuji habis-habisan, jadi tinggal musuh reguler dan desain levelnya yang perlu naik kelas.
  4. Dunia yang lebih beragam. Negeri Oz punya potensi visual yang jauh lebih liar dibanding Krat, mulai dari kota zamrud sampai jalan bata kuning yang, jujur saja, pasti bakal berlumuran darah.

Tentu saja, semua ini masih spekulasi. Tim pengembang dulu juga sempat mempertimbangkan dunia terbuka dan multiplayer untuk game pertama, tetapi akhirnya membatalkan keduanya. Jadi, arah sekuelnya masih bisa ke mana saja.

Jadi, Kapan Kita Ketemu Dorothy?

Pertanyaan sejuta dolar. Dengan trademark yang didaftarkan menjelang Tokyo Game Show 2026, wajar kalau banyak yang berharap ada pengumuman dalam waktu dekat. Namun, trademark bukan jaminan apa-apa soal jadwal. Bisa saja kita harus menunggu showcase berikutnya, atau bahkan lebih lama lagi.

Yang jelas, pola judulnya, easter egg di post-credit, dan status pengembangan skala penuh semuanya menunjuk ke arah yang sama. Kalau lo belum sempat main, sekarang waktu yang pas untuk mengejar Lies of P beserta Overture sebelum Dorothy resmi mengetukkan tumitnya. Dan kalau lo sudah tamat, ya sudah, mari kita menunggu bareng sambil pura-pura tenang. Gue sih nggak tenang sama sekali.

Baca juga