Rilisan Baru

Zelda: Ocarina of Time Remake Rilis 5 November 2026 di Switch 2

Oleh 8 menit baca

ngabquestOke, duduk dulu dan tarik napas panjang. Gue baru saja menonton Eiji Aonuma memainkan The Legend of Zelda: Ocarina of Time versi remake selama belasan menit, dan sampai sekarang otak gue belum kembali ke tempatnya.

Ini bukan drill, guys. Setelah teaser satu setengah menit di Nintendo Direct bulan Juni yang isinya cuma narasi, satu bocah tidur, dan simbol Triforce menyala di punggung tangan, akhirnya Nintendo membuka semua kartunya di Zelda Direct edisi 40 tahun pada 8 September kemarin. Gameplay beneran muncul, tanggal rilis beneran diumumkan, dan deretan merch yang bikin dompet gue literally shaking ikut dipamerkan.

Tanggalnya jatuh di 5 November 2026, eksklusif untuk Nintendo Switch 2. Artinya, Link akan berhadapan langsung dengan GTA 6 di musim gugur ini. Dua raksasa, satu bulan, nol survivor.

Sebelum lo bertanya: nggak, game ini nggak akan jalan di Switch generasi pertama. Nintendo memang begitu orangnya.

Tombol Lompat Akhirnya Datang Setelah 28 Tahun

Mari mulai dari hal paling absurd yang bikin fandom kolaps semalaman.

Di versi Nintendo 64, Link sama sekali nggak punya tombol lompat. Dia hanya melompat otomatis ketika berlari ke arah tepi platform, titik. Padahal Super Mario 64 yang seluruh identitasnya adalah melompat rilis di konsol yang sama, sehingga keterbatasan itu terasa janggal bahkan pada masanya. Orang sudah mengeluhkan hal ini sejak 1998, hampir tiga dekade lamanya. Sekarang lo tinggal menekan satu tombol dan Link melompat. We are so back.

Kemudian ada urusan kamera. Sudut pandang fixed yang dulu bikin lo berputar-putar seperti orang bingung di Hyrule Field kini bisa digeser bebas lewat stik kanan. Aonuma sendiri sadar fitur semacam ini terdengar biasa saja bagi siapa pun yang sudah menjajal Zelda modern. Namun untuk game berumur 28 tahun, perubahan tersebut terasa seperti gempa bumi kecil.

Bagian favorit gue justru matinya era roll spam. Pada versi original, roll berulang-ulang sedikit lebih cepat daripada berlari, sehingga semua orang termasuk speedrunner sampai detik ini berkeliling Hyrule sambil guling-guling seperti sushi. Di remake, lo cukup menahan tombol roll dan Link langsung melesat sprint. Dari demo yang ditunjukkan, tidak terlihat stamina bar yang mengerem lo. Selamat tinggal, teknik guling suci, jasamu akan dikenang.

Selain itu, mekanik renang dan menyelam ikut digarap ulang. Ada pula fitur baru bernama Threads of Time, semacam quest log yang mengingatkan objektif berikutnya ketika lo tersesat. Twist-nya justru manis: makin jauh lo bermain, makin penuh pula sebuah permadani yang menjadi representasi visual progres lo. Gue down bad untuk mekanik satu ini. Quest log estetik yang berubah jadi karya seni saat tamat? Nintendo, ini kok manis sekali.

ngabquest ~ gameplay Hyrule Field atau Kokiri Forest versi remake

Semua Karakter Bersuara, Kecuali Link Tentu Saja

Bagian ini yang bikin otak gue korslet.

Pada versi asli, satu-satunya suara yang lo dengar sepanjang permainan hanyalah Navi yang berteriak minta perhatian, ditambah grunt Link saat menebas musuh. Sisanya berupa text box dan bunyi beep. Kultur.

Di remake, para karakternya fully voiced. Zelda berbicara, Saria berbicara, Putri Ruto dari kaum Zora ikut bersuara, begitu pula Darunia si Goron. Yang paling bikin gue berdiri dari kursi tentu saja Ganondorf, lengkap dengan adegan di atas kuda yang tetap semenyeramkan ingatan lo.

Jujur, awalnya rasanya anachronistic banget dan ada bagian otak gue yang menolak. Sebab Ganondorf justru menakutkan karena dia diam, seperti predator yang tidak perlu menjelaskan apa pun. Namun suara Zelda dan Saria terdengar persis seperti yang selama ini berputar di kepala gue sejak SD. No cap.

Link, tentu saja, tetap bisu selamanya. Anak itu sudah 40 tahun menjadi cangkang kosong untuk kita semua tempati, dan gue nggak akan membiarkan siapa pun merusaknya.

Cast pengisi suaranya belum diumumkan, karena Nintendo ya Nintendo. Kemungkinan besar identitas mereka baru terungkap saat rilis November. Bayangkan saja tekanannya: menjadi orang pertama yang memberi suara pada karakter yang dicintai selama tiga dekade. Respect.

Sebagai catatan tambahan, suara ikonik Navi juga ikut diutak-atik. Reaksi penggemar terhadap perubahan itu, sejauh pantauan NgabQuest, terbelah cukup tajam.

Arah Visual Bukan Realisme, Tapi Young Link Jadi Korban

Aonuma sempat bercerita bahwa timnya berdiskusi panjang soal arah visual game ini. Kesimpulan mereka mengarah pada dunia yang terasa dibangun ulang namun tetap nostalgik. Dia juga menegaskan bahwa timnya <cite>”didn’t just aim for realistic graphics”</cite>, sebab fokus utamanya adalah membangkitkan memori terhadap game aslinya.

Hasilnya sebagian besar berhasil. Tunik Link kini punya tekstur dan pola kain sungguhan, sementara Great Deku Tree memiliki ranting berjumbai yang berfungsi sebagai “jenggot”, jauh dari desain flat versi N64. Lingkungannya pun cantik, semacam versi semi-realistis dari apa yang dulu diisi sendiri oleh imajinasi lo di depan CRT 14 inci.

Masalahnya cuma satu orang, yaitu Young Link.

Bocah ini kurang oke, gaes. Matanya kelewat besar dan pipinya bulat tidak wajar, sehingga wajahnya terasa seperti di-isekai dari engine lain. Sebaliknya, Darunia dan Ruto tampil spot on, sedangkan Sheik mendapat redesign yang jujur saja bikin gue memikirkan hal-hal di luar kapasitas artikel ini. Untuk Young Link sendiri, it’s so over.

Kabar baiknya, adult Link terlihat jauh lebih aman. Makin lama demo berjalan, makin terbiasa juga mata gue. Bulan November nanti mungkin gue sudah lupa pernah protes.

ngabquest ~ perbandingan Young Link versi N64 dengan versi remake

Amiibo Keren, Item Unlock-nya Justru Cursed

Dua amiibo baru diumumkan, dan secara objektif figurnya cakep banget.

Yang pertama menampilkan Young Link duduk di tunggul kayu sambil Navi hinggap di tangannya, pose yang diambil langsung dari artwork original N64. Figur kedua menampilkan Young Zelda sedang memainkan ocarina. Detailnya setara statuette, tipe yang lo taruh di rak lalu lo pandangi diam-diam saat kerja.

Kemudian lo scan amiibo tersebut ke dalam game, dan hadiahnya berupa topeng wajah Link dan Zelda versi poligon N64.

Bro.

Bayangkan model karakter super detail dengan pencahayaan modern berlari di Hyrule sambil mengenakan wajah low-poly bermata kosong dengan sudut setajam pisau cutter. Ini bukan easter egg, melainkan body horror. Link berubah menjadi versi mungil Michael Myers yang memakai muka lamanya sendiri sebagai trofi. Sejauh yang terlihat dari stream, tidak ada benefit lain sama sekali, cuma teror.

Gue benci hal ini. Gue juga akan memakainya sepanjang playthrough. Dua kalimat tersebut bisa benar bersamaan.

Deretan Merch Ulang Tahun ke-40 yang Bikin Dompet Menjerit

Nintendo jelas paham ini momen ulang tahun ke-40 dan mereka tidak main-main:

  • Ocarina fisik versi akustik dan elektronik yang bisa dimainkan, dengan notnya terbaca oleh Switch 2, sehingga lagu yang lo tiup benar-benar terjadi di dalam game.
  • Master Sword elektronik, karena kenapa tidak.
  • Set Lego Link & Epona berisi 1.750 keping, menampilkan Link dewasa menunggang kuda yang berdiri dua kaki sambil menggenggam Master Sword dan Hylian Shield, lengkap dengan sendi yang bisa digerakkan. Rilisnya musim semi, setelah game-nya keluar.
  • Konser orkestra 40 tahun Zelda yang tur ke Jepang, lalu Amerika Utara pada Februari, Eropa pada April, dan Australia pada Mei 2027.

Di dalam game, ocarina juga mendapat sentuhan baru. Lo bisa menyenandungkan nada terlebih dahulu, kemudian Link yang memainkannya. Karena lagu tertentu mengatur pergantian siang dan malam, mekanik tersebut langsung berpengaruh pada event apa yang muncul untuk lo.

ngabquest ~ amiibo Young Link dengan Navi dan Young Zelda

Switch 2 Edisi Zelda Cantik, Sayangnya Game Dijual Terpisah

Setelah bocor ke mana-mana pada Agustus, statusnya kini resmi: The Legend of Zelda – 40th Anniversary Edition Nintendo Switch 2 meluncur pada 29 Oktober 2026.

Konsolnya dibalut hijau emerald berkilau dengan aksen emas, sementara dock-nya tampil hitam-emas dengan Triforce di bagian tengah. Tersedia pula Pro Controller 40th Anniversary berskema warna senada, ditambah screen protector dan carrying case bermotif Triforce.

Catatan penting yang bikin sebagian orang patah hati: game-nya dijual terpisah. Konsol edisi Zelda, tanpa game Zelda di dalamnya. Nintendo, gue cuma… oke. Fine.

Pre-order kemungkinan besar dibuka lebih dulu di Nintendo sebelum menyusul ke retailer seperti Amazon dan Best Buy. Kalau lo berniat membeli, siapkan jari sekaligus mental, sebab berburu stok Switch 2 edisi spesial termasuk olahraga ekstrem.

Soal harga game, Nintendo belum memberi angka resmi. Yang beredar hanya listing retailer PlayAsia yang sempat menampilkan $59,99 untuk versi fisik, sepuluh dolar di bawah GTA 6. Anggap saja itu rumor sampai Nintendo bicara sendiri. Meski begitu, angka tersebut sejalan dengan pola harga first-party Nintendo belakangan ini.

Beberapa Hal yang Masih Bikin Gatal

Gue nggak mau jadi fangirl yang cuma berteriak-teriak, jadi mari jujur sebentar.

Hyrule di remake ini nyaris tidak berubah selain lapisan visual barunya. Layout-nya sama, dungeon-nya juga terlihat sama. Bagi sebagian orang justru itulah poin utamanya, sebab ini bukan reimagining ala Final Fantasy VII Remake melainkan sebuah restorasi. Namun bagi yang berharap Nintendo mengambil risiko lebih besar, hasilnya mungkin terasa seperti Ocarina of Time dengan makeup mahal, bukan Ocarina of Time yang naik kelas.

Ada pula indikasi beberapa side quest tersambung ke aplikasi Zelda Notes di ponsel. Gue nggak akan panjang lebar soal itu, tetapi memegang HP untuk memainkan game konsol pada 2026 bukan pengalaman yang gue cari.

Pertanyaan besar lainnya masih menggantung: siapa sebenarnya studio yang menggarap proyek ini? Nintendo belum memberi konfirmasi, sedangkan spekulasi soal studio veteran yang didukung petinggi Nintendo tetap berhenti di level spekulasi.

Yang Perlu Lo Siapkan Menuju 5 November

Jadi, we are so back atau it’s so over? Jawabannya jelas yang pertama.

Proyek ini bukan remaster dan bukan pula port Virtual Console keempat. Game-nya dibangun ulang dari nol, dengan perubahan kontrol yang ditunggu sejak era kaset 256 megabit, voice acting yang berani, serta tumpukan merch yang siap menghabiskan THR lo.

Apakah Young Link terlihat aneh? Iya. Apakah topeng amiibo itu barang kutukan? Sangat. Apakah gue tetap akan begadang pada 5 November sambil mendengarkan lagu Deku Tree dan kemungkinan besar menangis saat Hyrule Field pertama kali terbuka?

My beloved, lo sudah tahu jawabannya.

Sementara menunggu, film live-action The Legend of Zelda sudah mengantongi tanggal rilis pada 30 April 2027. Judulnya tanpa subtitle, dan menurut Shigeru Miyamoto sendiri, alasannya akan terjawab begitu lo menonton filmnya.

Empat puluh tahun berlalu, dan Hyrule masih sanggup membuat kita semua kacau.

Baca juga