Rilisan Baru

Gundam Rogue Orbit Rilis 5 Maret 2027, Ini Detailnya

Oleh 6 menit baca

ngabquestGue nggak akan sok kalem soal ini. Waktu trailer Gundam Rogue Orbit muncul di State of Play tanggal 3 September 2026 kemarin, gue literally shaking. Bandai Namco akhirnya kasih tanggal rilis pasti: 5 Maret 2027, buat PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC lewat Steam. Preorder pun udah dibuka detik itu juga, lengkap sama beberapa edisi yang bikin dompet gue nangis pelan-pelan.

Dan sumpah, ini bukan Gundam yang biasanya. Bukan remaster, bukan spin-off arena battle yang keempat belas. Ini semesta yang benar-benar baru, dibangun dari nol, dengan Mobile Suit baru, karakter baru, dan musuh yang jujur aja bikin gue merinding tiap nonton ulang trailernya. Jadi ayo kita bedah bareng.

ngabquest ~ Gundam Rogue Orbit Gameplay

Semesta baru, bukan Universal Century

Poin paling penting dulu, biar nggak ada yang salah paham: Gundam Rogue Orbit tidak nyambung ke timeline Gundam manapun yang lo hafal. Nggak ada Universal Century, nggak ada Cosmic Era, nggak ada Ad Stella. Bandai Namco Studios sengaja bikin timeline sendiri supaya orang yang belum pernah nonton satu episode Gundam pun bisa langsung masuk tanpa PR nonton 40 tahun anime dulu.

Namun bukan berarti game ini berdiri sendirian. Rogue Orbit adalah bagian dari inisiatif media mix bernama RG Project, dan dia berbagi semesta dengan anime baru Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO garapan Director Kamiyama. Keduanya bisa dinikmati terpisah, tapi kalau lo konsumsi dua-duanya, lo bakal dapet gambaran dunia yang jauh lebih utuh. Cerdik banget, no cap. Bandai jelas lagi nanem pohon buat panen sepuluh tahun ke depan.

RE-X, Vii, dan geng underdog di Stellarvane

Lo main sebagai RE-X, pilot ace yang dipercaya bawa Gundam Helix melawan ancaman bernama Apocalypse. Dia nggak sendirian. Ada Vii, unit Haro yang dirancang khusus buat Gundam Helix sebagai asisten pintar serba guna. Dan ya, gue down bad sama Vii padahal belum liat dia ngomong satu kalimat pun. Haro my beloved, memang selalu menang.

Trailer terbaru juga akhirnya nampilin wajah-wajah lain yang bakal nemenin (atau ganggu) perjalanan RE-X. Sofia, cewek misterius yang terus-terusan mengawasi gerak-gerik RE-X, aura-nya udah “gue tahu sesuatu yang lo nggak tahu” banget. Terus ada April, kapten Stellarvane, kapal tugas khusus independen yang jalanin misi-misi melawan Apocalypse. Selain itu muncul Big Paul, pemimpin gerombolan bajak laut gurun yang berburu Apocalypse sambil ngerampok transport orang kaya buat dibagikan ke pemukim. Terakhir ada Elaine, komandan ksatria sekaligus pilot Mobile Suit kelas atas yang mimpin pasukannya langsung dari garis depan.

Formasi “kru terbuang yang nggak dianggap siapa-siapa” ini klise? Iya. Tapi klise yang selalu works kalau ditulis bener. Gue siap emotional damage.

Mobile Suit hitam bermata merah itu apa?

Nah, ini bagian yang bikin timeline gue rusuh semalaman. Di trailer, muncul satu Mobile Suit hitam misterius dengan mata merah menyala yang sama sekali belum dijelasin identitasnya. Bandai diam seribu bahasa soal ini.

Sementara itu, musuh-musuh reguler di game ini juga aneh dengan cara yang menarik. Mereka bukan Zaku atau GM. Bentuknya punya banyak anggota badan dan elemen kebinatangan, mirip naga atau kalajengking. Producer Yuya Tomiyama pernah bilang desain musuh ini berangkat dari pertanyaan sederhana: gimana caranya bikin lawan yang seru dilawan di game action? Detail lainnya sengaja disimpan karena nyangkut cerita.

Artinya apa? Artinya kita disuruh nunggu. Dan gue benci itu, tapi gue juga nggak bisa berhenti mikirin si mata merah tadi.

Kustomisasi Gundam Helix: ini jantungnya

Oke, ke bagian yang paling ngefek ke gameplay. Gundam Helix bisa lo utak-atik cukup dalam. Lo bisa gonta-ganti senjata, frame, thruster, dan Apocalypse Unit (AP-U), plus milih skema warna sendiri. Komponen-komponen ini bukan sekadar angka statistik doang; mereka ngaruh langsung ke manuver dan teknik tempur yang tersedia.

Yang bikin gue makin tertarik, tiap senjata punya aksi dan skill uniknya masing-masing. Jadi ganti senjata itu bukan cuma “damage naik 12 persen”, tapi beneran ngubah cara lo main. Pertarungannya sendiri berlangsung di zona luas, di darat maupun di udara, dan lo dituntut adaptasi terus sesuai loadout pilihan lo.

Oh, dan satu lagi buat yang hatinya udah kadung sama Gundam klasik: udah dikonfirmasi ada MOD skin bertema RX-78-2. Ya, lo bisa dandanin Helix jadi mirip Gundam paling ikonik sepanjang sejarah. It’s so over for my wallet.

Bandai jelas lagi ngincer anak action game

Ini bagian yang menurut gue paling penting dipahami. Chief producer Shinya Satake pernah nyebut misi Rogue Orbit adalah menjangkau bukan cuma fans Gundam, tapi juga orang yang sama sekali nggak kenal Gundam. Karena itulah semestanya dibikin baru sekalian.

Tomiyama nambahin bahwa fokus utama mereka adalah bikin action yang beneran enak dan memuaskan dimainkan, terutama transisi mulus antara tarung di darat dan di udara. Mereka juga ngejar tampilan Gundam yang lebih fotorealistis, sesuatu yang belum pernah bener-bener dilakukan sebelumnya, dengan target audiens global alih-alih satu region tertentu.

Jujur? Timing-nya pas banget. Genre mecha lagi naik lagi berkat kebangkitan Armored Core, dan popularitas Gundam internasional lagi di tren naik. Kalau nggak sekarang, kapan lagi.

Edisi preorder: mana yang worth?

Preorder udah dibuka dengan bonus unlock awal kustomisasi warna Earth Blue. Berikut rinciannya:

  • Standard Edition — game dasarnya aja, polos, jujur, apa adanya.
  • Launch Edition — nambah reversible cover art, poster 11×17 inci, dan satu kartu promo Gundam Card Game.
  • Deluxe Edition — game dasar plus Premium Mod Skins Set, Mobile Suit Color Pack 14 warna, Digital Artwork & Music Selection, dan Mission Reward Booster.
  • Collector’s Edition — semua konten digital Deluxe plus bonus fisik Launch, dikemas dalam steel case, ditambah lima kartu promo Gundam Card Game dan Gunpla HG 1/144 ARK-10 GUNDAM HELIX versi Earth Blue eksklusif.

Kalau lo cuma mau main, Standard aman. Tapi kalau lo tipe yang rak kamarnya udah penuh Gunpla, ya kita sama-sama tahu lo bakal ambil Collector’s. Gue nggak akan menghakimi. Gue juga gitu.

Hal-hal yang masih bikin gue waspada

Sekarang bagian nggak enaknya, karena gue nggak mau jadi cheerleader buta.

Pertama, Bandai belum ngomong apa-apa soal struktur misi, mode permainan, panjang campaign, atau apakah ada multiplayer. Untuk game yang katanya narrative-driven, itu lubang informasi yang lumayan besar. Kedua, ambisi “fotorealistis” itu pedang bermata dua. Gundam selama ini kuat justru karena stilisasi anime-nya; kalau eksekusinya setengah-setengah, hasilnya bisa terasa hambar dan generik.

Ketiga, dan ini paling bikin deg-degan, sistem kustomisasi dalam yang dipadukan sama action cepat itu susah diseimbangkan. Kalau part-nya nggak kerasa beda satu sama lain, semua build bakal terasa sama aja. Meskipun begitu, Bandai Namco Studios punya rekam jejak panjang di genre ini, jadi gue masih optimis.

Jadi, siap-siap aja dari sekarang

Gundam Rogue Orbit adalah taruhan besar. Bandai nggak cuma bikin game action mecha baru, mereka bikin pintu masuk baru ke franchise berusia puluhan tahun, lengkap dengan anime pendamping dan lini Gunpla-nya sendiri. Ambisius? Sangat. Berisiko? Jelas.

Tapi setelah nonton trailer itu berkali-kali, gue cuma bisa bilang satu hal: we are so back. Tandain kalender lo, 5 Maret 2027.

Baca juga