Playtest Gagal, PlayStation Rombak Horizon Hunters Gathering
ngabquest — Horizon Hunters Gathering lagi nggak baik-baik saja. Proyek multiplayer besutan Guerrilla Games ini ternyata sedang menghadapi krisis identitas yang cukup serius. Dan honestly? Saya di sini untuk drama-nya.

ngabquest ~ Horizon Hunters Gathering Review
Buat yang belum tahu, Horizon Hunters Gathering bukan Horizon Steel Frontiers. Ini proyek terpisah. Game ini digadang-gadang sebagai pengalaman multiplayer dengan gaya visual kartunis, yang mana cukup berani buat sebuah IP yang biasanya identik dengan robot dinosaurus dan drama pasca-apokaliptik yang serius banget.
Playtest Diam-Diam, Reaksi Gamer Kurang Semangat
Berbeda dari seri utama Horizon yang biasanya langsung meluncur, Hunters Gathering lebih dulu melewati fase playtest tertutup. Sesi ini rampung sekitar bulan Mei lalu. Sayangnya, reaksi dari para peserta playtest tidak terlalu antusias. Feedback yang masuk sebagian besar berujung negatif.
Kabar ini pertama kali diungkap oleh Jason Schreier dari Bloomberg. Namanya muncul di sebuah laporan gaming biasanya jadi sinyal kalau isu ini serius. Menurut sumber yang ia percaya, Sony dan Guerrilla Games kini tengah menyiapkan rombakan besar-besaran secara internal untuk game tersebut.
Live-Service Dibuang, Formula Klasik Horizon Kembali
Perubahan yang dimaksud bukan sekadar tambal sulam. Elemen live-service yang sejak awal jadi fondasi utama proyek ini justru rencananya akan dibuang sepenuhnya. Sebagai gantinya, Guerrilla disebut ingin kembali ke formula Horizon yang lebih tradisional.
Konsep barunya mengarah ke pengalaman co-op multiplayer dengan porsi cerita yang lebih kental. Skala game pun kabarnya bakal dipangkas jauh lebih kecil dibanding rencana awal. Proses reboot ini bahkan disebut sudah berjalan diam-diam sejak Juni, jauh sebelum kabar ini mencuat ke publik.
Waktu Tinggal Hitungan Bulan
Yang bikin situasi ini makin menegangkan adalah soal tenggat waktu. Tim Guerrilla dikabarkan hanya punya waktu sampai Desember 2026 untuk mempresentasikan konsep baru Hunters Gathering di depan para eksekutif. Itu jadi deadline yang literally shaking-worthy kalau kalian ada di posisi developer-nya.
Meski begitu, game ini belum resmi dibatalkan. Belum ada pengumuman resmi soal penghentian proyek. Namun, risiko itu tetap membayangi apabila hasil reboot tidak berhasil meyakinkan para petinggi sampai akhir tahun nanti.
Kegagalan playtest ini pun bukan sekadar soal “gamenya kurang seru.” Ini lebih ke arah pertanyaan strategi besar Sony, yang alih-alih bikin fans excited, justru meninggalkan keraguan soal urgensi proyek ini sendiri. Terlebih lagi, franchise Horizon sudah punya basis fans yang down bad sejak Zero Dawn dan berharap setiap proyek turunannya minimal setara dengan kualitas game utamanya.
Proyek Horizon Lain Sudah Disiapkan
Di tengah drama Hunters Gathering, ternyata ada kabar lain yang cukup menghibur. Sebuah tim kecil internal di Guerrilla Games disebut sudah mulai mengerjakan seri Horizon mainline berikutnya. Sayangnya, proyek ini masih akan memakan waktu bertahun-tahun sebelum benar-benar rampung.
Dengan kata lain, masa depan franchise Horizon secara keseluruhan tetap terjaga. Hanya saja, bentuknya mungkin tidak persis seperti yang selama ini dibayangkan para fans.
Yang Masih Perlu Dipantau
Pivot dari live-service ke pengalaman story-driven dengan bumbu co-op sebenarnya cukup masuk akal. Industri game sepanjang 2026 sudah banyak belajar pahit dari proyek live-service yang gagal total meski budgetnya segunung. Maka, keputusan Guerrilla untuk kembali ke akar naratif klasik terasa lebih realistis dibanding memaksakan arah yang jelas-jelas ditolak playtester.
Pertanyaannya sekarang tinggal satu: apakah Desember nanti Guerrilla bisa membawa konsep yang cukup meyakinkan? Bukan cuma buat para eksekutif, tapi juga buat para fans yang masih menaruh harapan pada Horizon Hunters Gathering.
