Rilisan Baru

Graveyard Keeper 2 Resmi Meluncur 22 September 2026

Oleh 5 menit baca

ngabquestAda satu game yang bikin aku duduk di depan laptop jam 2 pagi. Aku sampai mikir, “kenapa aku happy banget jualan daging manusia ke restoran pakai stempel kerajaan palsu?” Game itu adalah Graveyard Keeper. Game 2018 dari Lazy Bear Games ini secara teknis adalah farming sim ala Stardew Valley. Namun, versinya jauh lebih gelap, lebih curang, dan lebih unhinged dari kebanyakan game sejenis.

Setelah nyaris delapan tahun menunggu, kepastian itu akhirnya datang. Graveyard Keeper 2 dipastikan meluncur pada 22 September 2026. Platformnya cukup lengkap. Game ini hadir di PC lewat Steam, Epic Games Store, dan GOG. Selain itu, game ini juga hadir di PlayStation 5, PlayStation 4, Xbox Series X|S, Xbox One, Nintendo Switch, dan Nintendo Switch 2. Semua platform meluncur serentak di tanggal yang sama.

Kabar rilis ini datang lewat trailer baru di Future Games Show gamescom 2026. Begitu logo tinyBuild dan Lazy Bear Games muncul di layar, aku langsung merinding sedikit. Buat yang belum kenal seri ini, awalnya kamu hanya berperan sebagai penjaga kuburan biasa. Namun, lama-lama kamu malah terjun ke dunia bisnis yang jauh dari kata bermoral. Di sekuelnya, perananmu naik level menjadi Grand Inquisitor. Tugasmu menyelamatkan sebuah dunia dari zombie apocalypse. Tentu saja, kamu tetap harus mencari cuan sebanyak-banyaknya dari mayat yang berserakan.

ngabquest ~ Graveyard Keeper 2 Gameplay

Dari Sekadar Mengubur Mayat Jadi Bos Pasukan Zombie

Lompatan scope dari game pertama ke sekuelnya ini cukup mengejutkan. Di Graveyard Keeper original, kamu hanya bertugas memastikan mayat dikubur dengan benar. Atau tidak, tergantung seberapa jahat karaktermu. Sementara itu, di Graveyard Keeper 2 kamu justru bisa membangkitkan mayat menjadi zombie pekerja.

Kamu bisa membangun pasukan zombie sendiri untuk bekerja di operasi bisnismu. Bahkan, kamu juga bisa mengirim mereka bertarung melawan gerombolan undead lain. Tujuannya untuk mempertahankan wilayah kekuasaanmu. Dengan begitu, game ini bukan lagi sekadar manajemen kuburan biasa. Game ini kini terasa seperti automation game penuh, dengan mayat sebagai bahan bakar utamanya.

Sistem harvesting-nya juga ikut berkembang. Kamu bisa mengambil jantung, tulang, otak, sampai kulit dari setiap mayat yang masuk. Bahan-bahan itu kemudian dipakai untuk membangun mesin produksi yang makin canggih. Rasanya mirip main factory sim pada umumnya. Bedanya, bahan bakunya bukan besi atau kayu, melainkan bagian tubuh manusia.

The Town, Lokasi yang Ditunggu Sejak Game Pertama

Bagian ini terasa paling emosional buatku secara pribadi. Di game pertama, ada satu kota bernama The Town. Kota itu hanya bisa dilihat dari kejauhan. Jalan-jalannya selalu terblokir, dan ceritanya hanya muncul lewat obrolan NPC. Developer sengaja membangun rasa penasaran itu selama bertahun-tahun. Kini di sekuelnya, The Town akhirnya benar-benar dibuka untuk dijelajahi.

Namun, jangan salah sangka dulu. Kota ini bukan kota yang siap huni. Kota ini sudah dikuasai zombie dan rusak cukup parah. Tugasmu sebagai Grand Inquisitor adalah merestorasinya sedikit demi sedikit. Dengan kata lain, pekerjaanmu kini bukan hanya menjaga kuburan. Kamu juga berperan seperti wali kota dadakan. Kamu harus membangun ulang rumah warga dan membuka kembali toko serta layanan publik. Setiap masalah warga pun bisa diubah menjadi peluang bisnis baru.

Selain itu, area kuburan sendiri kini punya modul yang bisa dibuka satu per satu. Contohnya makam, bangku taman, kolumbarium, hingga monumen. Kuburanmu jadi bisa didesain sesuka hati sambil tetap menghasilkan uang. Menariknya, zombie di kota ini bahkan disebut bisa menjadi daya tarik wisata. Syaratnya, sistem pertahanan kotamu harus cukup kuat.

Rilis Bareng Free-to-Keep Original yang Legendaris

Kalau kamu ketinggalan hype dari April 2026 lalu, begini ceritanya secara singkat. Saat Graveyard Keeper 2 pertama kali diumumkan di ajang Triple-i Initiative Showcase, Lazy Bear Games dan tinyBuild membagikan game pertamanya secara gratis. Promo ini berlangsung selama beberapa hari di Steam, PlayStation, dan Xbox. Tidak ada syarat rumit, tidak ada masa trial. Kamu tinggal klaim, dan game itu jadi milikmu selamanya.

Hasil dari promo ini terbilang cukup besar. Wishlist Graveyard Keeper 2 langsung melonjak hingga ratusan ribu dalam waktu singkat. Bahkan, publisher disebut-sebut meraih hampir seperempat juta dolar dari momentum promo gratis tersebut. Jumlah pemain aktif game originalnya pun sempat menyentuh puluhan ribu orang secara bersamaan di Steam. Hal ini membuktikan bahwa komunitas game ini tidak pernah benar-benar mati.

Semangat Lama yang Dibawa ke Level Baru

Ada sesuatu yang cukup terapeutik dari memainkan game seunhinged Graveyard Keeper. Kamu bisa menjual daging manusia ke restoran tanpa rasa bersalah. Kamu juga bisa mendonasikan darah dan tengkorak kepada kultis demi keuntungan pribadi. Semua itu dibungkus humor absurd yang tetap terasa cerdas. Sekuelnya tampak mempertahankan semangat serupa. Bahkan, game ini menambahkan lapisan strategi baru lewat sistem combat dan automation yang jauh lebih dalam.

Namun, ambisi sebesar ini tentu membawa risiko tersendiri. Menambahkan sistem combat, tower-defense, dan automation kompleks sekaligus bisa dengan mudah kebablasan. Fokus utama game pertama sebagai farming sim santai berpotensi memudar. Terlebih jika terlalu banyak elemen baru dijejalkan sekaligus ke dalamnya. Apakah Lazy Bear Games mampu menyeimbangkan semua elemen ini? Jawabannya baru akan terlihat setelah game ini benar-benar dirilis nanti.

Harga, Bonus Pre-Order, dan Dukungan Platform

Buat kamu yang sudah tidak sabar, Graveyard Keeper 2 kini bisa dipesan lebih dulu. Harganya sekitar 24,99 dolar, dengan diskon pre-order sebesar 20 persen di Steam. Pemesan awal juga akan mendapat bonus eksklusif berupa outfit karakter spesial. Selain itu, ada tambahan sauna yang bisa dipasang di luar rumah karaktermu.

Untuk platform konsol, PlayStation 5 dan Xbox Series X|S mendapat dukungan penuh sejak hari pertama. Sementara itu, Nintendo Switch dan Switch 2 juga langsung kebagian jatah rilis serentak. Langkah ini cukup masuk akal, mengingat game pertamanya dulu memang laris di platform handheld. Bagi kamu yang suka main manajemen sim sambil rebahan, versi Switch bisa jadi pilihan tepat.

Dari sekian banyak game yang rilis di penghujung tahun 2026, Graveyard Keeper 2 jadi salah satu yang paling dinanti. Bukan hanya karena nostalgia terhadap game pertamanya, tapi juga karena scope barunya yang jauh lebih ambisius. Ada kota yang bisa direstorasi, ada pasukan zombie yang bisa dikomando, dan humor gelap khas serinya tetap dipertahankan hingga sekuel ini.

Baca juga